Berita  

China Rencanakan Gedung Raksasa di Jantung Keuangan NATO

Rencana pembangunan Kedutaan Besar China di London, negara anggota NATO, semakin mendekati persetujuan. Namun, rencana ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kompleks diplomatik tersebut dapat dijadikan pusat campur tangan Beijing untuk Eropa. Aliansi Antar-Parlemen tentang China (IPAC) menentang rencana tersebut dan mengingatkan akan risiko keamanan dan spionase yang tidak dapat diterima, menurut Direktur Eksekutif IPAC, Luke de Pulford. Persetujuan akhir mengenai lokasi Kedubes diperkirakan diambil sekitar 20 Januari, sebelum kunjungan Perdana Menteri Starmer ke China.

Proposal kedutaan ini merupakan langkah China untuk menggabungkan tujuh situs diplomatik di London menjadi kompleks besar. Meskipun mengalami penundaan, persetujuan diperkirakan diberikan pada Januari 2026. Lokasi Kedubes yang diusulkan, di Royal Mint Court, berdekatan dengan kabel serat optik yang menghubungkan ke City of London, pusat keuangan ibu kota. Badan intelijen Inggris, MI5, menyatakan ancaman keamanan sehari-hari dari agen China. Meskipun menghadapi dilema diplomatik, Inggris menekankan perlunya kerja sama ekonomi lebih besar dengan Beijing.

Steve Tsang dari SOAS University of London menekankan bahwa menolak Kedubes baru China dapat mencegah Inggris membangun Kedubesnya di Beijing. Isu sebenarnya adalah ukuran staf diplomatik China di London dan aktivitas mereka. Pemerintah Inggris menyatakan kekhawatiran keamanan telah teratasi dan penggabungan tujuh lokasi diplomatik China menjadi satu situs dapat meningkatkan keamanan. China menuduh penentangan terhadap proyek ini adalah fitnah, sambil menekankan bahwa pembangunan tempat diplomatik adalah kewajiban internasional negara tuan rumah.

Source link