Berita  

Mengenal Segitiga Emas dan Operasi Gembong Narkoba Dewi Astutik

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) berhasil menangkap Dewi Astutik, yang juga dikenal sebagai Mami, seorang pengedar narkoba besar yang terlibat dalam jaringan “Segitiga Emas” bersama rekan dekatnya, Fredy Pratama. Penangkapan Dewi Astutik dilakukan di Sihanoukville, Kamboja, dalam operasi terkoordinasi dengan berbagai pihak, sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta. Menurut Polri, Dewi Astutik terlibat dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun.

Kepala BNN, Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, menyampaikan bahwa penangkapan ini hanya dapat terlaksana berkat kerja sama yang erat antara berbagai lembaga, baik di dalam maupun luar negeri. Dewi Astutik, yang juga dicari oleh Korea Selatan, sering kali berpindah-pindah negara untuk menghindari penangkapan. Penyidik saat ini sedang memeriksa jaringan keuangan dan logistiknya, serta mencari tersangka lain yang diduga terlibat dalam operasinya. Selain itu, upaya penyidikan juga bertujuan untuk mengungkap sindikat yang terlibat dalam perdagangan narkotika besar selama tahun 2024-2025.

Segitiga Emas merujuk pada geng narkoba di perbatasan Myanmar, Laos, dan Thailand yang menjadi sumber perdagangan narkoba sintetis yang mengkhawatirkan. Menurut Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan, terjadi peningkatan signifikan dalam penyitaan metamfetamin di kawasan Asia Timur dan Tenggara pada tahun 2024. Meskipun beberapa upaya penegakan hukum telah dilakukan, produksi dan perdagangan metamfetamin dari Segitiga Emas terus meningkat, terutama setelah adanya perang saudara di Myanmar.

Selain itu, laporan UNODC juga mengungkap bagaimana rute perdagangan narkoba semakin berkembang, terutama melalui negara-negara tetangga Myanmar seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Analis UNODC menegaskan bahwa perdagangan narkoba dari Segitiga Emas semakin meluas ke wilayah Asia Tenggara dan Pasifik. Dengan demikian, langkah penegakan hukum dan kerja sama internasional menjadi kunci dalam memerangi perdagangan narkoba yang semakin meresahkan di kawasan Asia.

Source link