Berita  

Dukungan BI untuk Meningkatkan Batik Khas Sulut di Luar Negeri

Batik khas Sulawesi Utara, terutama di Manado, tidak hanya menjadi simbol budaya Indonesia tetapi juga warisan berharga yang memiliki motif-motif tradisional yang mengandung cerita lama dan nilai-nilai budaya yang kaya. Mariani Montu, pemilik Zabay Collection, awalnya bukan seorang pembatik, namun dengan rasa ingin tahu yang besar, ia mulai mengeksplorasi dunia batik khususnya dari motif-motif khas Sulut. Dukungan dari Bank Indonesia pada tahun 2017 memberikan Mariani kesempatan untuk mendalami kemampuan membatiknya lebih jauh melalui pelatihan desain batik.

Di tengah pandemi Covid-19, Mariani dan Batik Sulut tetap mendapat dukungan dari BI untuk terus berkembang dan menemukan motif baru. Motif cengkeh yang ditemukan pada tahun 2021 menjadi salah satu kebanggaan Mariani, karena motif tersebut berhasil menarik minat tidak hanya pasar luar negeri tetapi juga pasar lokal di Manado. Keberanian dalam penggunaan warna menjadi salah satu daya tarik utama dalam Batik Sulut, dengan preferensi warna yang berbeda antara pasar lokal dan internasional.

Selain Mariani, UMKM di Sulawesi Utara juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia melalui program Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan distribusi serta pembiayaan. Program ini bertujuan untuk mendorong UMKM agar mandiri dan dapat bersaing secara lokal maupun global. Joko Supratikto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, menekankan pentingnya untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antara UMKM di dalam program Wanua.

Selain itu, kolaborasi antara Bank Indonesia dan UMKM lainnya seperti Krisna Kain Bentenan juga berhasil menciptakan dampak positif dalam perekonomian Sulawesi Utara. Kain Bentenan telah mampu mempertahankan tradisi wastra khas Sulut selama 20 tahun dan melalui kerja sama dengan BI, mereka terus mengembangkan pasar mereka melalui berbagai metode pemasaran dan eksposur di pameran regional. Krisma Kain Bentenan juga berhasil meningkatkan kehadiran online mereka melalui integrasi dengan media sosial, terutama Instagram, untuk menjaga keaslian produk dan memperluas pangsa pasar mereka.

Melalui dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia, UMKM di Sulawesi Utara semakin diberdayakan dan mampu bersaing di pasar yang semakin global. Bank Indonesia tidak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan, tetapi juga membuka pintu untuk kerja sama dan ekspansi usaha UMKM agar dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah tersebut secara berkesinambungan.

Source link