Berita  

Sebulan Gencatan Senjata Gaza: Pelanggaran Israel Terungkap

Sebulan gencatan senjata Gaza berlalu, namun suara ledakan masih kerap terdengar setiap hari. Data dari Kantor Media Pemerintah di Gaza mengungkapkan bahwa Israel melanggar kesepakatan sebanyak 282 kali hanya dalam rentang waktu 10 Oktober hingga 10 November. Pelanggaran tersebut meliputi pengeboman, penembakan terhadap warga sipil, penyerbuan ke permukiman, dan penghancuran properti warga, serta penahanan 23 warga Palestina.

Gencatan senjata ini bermula dari proposal 20 poin yang diinisiasi oleh Amerika Serikat pada 29 September. Dokumen tersebut bertujuan untuk menghentikan konflik, membebaskan tawanan, dan memastikan akses penuh terhadap bantuan kemanusiaan. Namun demikian, kesepakatan tersebut disepakati tanpa keterlibatan langsung Palestina dan ditandatangani secara simbolis pada 13 Oktober di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Israel dan Hamas absen dalam penandatanganan tersebut, mengundang keraguan akan efektivitas kesepakatan tersebut.

Meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, Israel terus melakukan serangan ke Gaza, meninggalkan hanya enam hari tanpa laporan kematian atau cedera dari 25 hari serangan. Sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, 242 warga Palestina tewas dan 622 lainnya luka-luka. Data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa hingga 10 November 2025, korban tewas di Gaza mencapai 69.179 orang, termasuk 20.179 anak-anak, sementara 170.693 orang mengalami luka.

Bantuan kemanusiaan yang seharusnya menjadi fokus utama gencatan senjata menghadapi kendala di lapangan. Hanya setengah dari kebutuhan pangan yang berhasil masuk ke Gaza, jauh dari target yang ditetapkan. Inspeksi Israel membuat penyaluran bantuan terhambat berhari-hari, disertai dengan pembatasan masuknya beragam jenis bahan makanan.

Meski serangan masih terus terjadi, sebagian kesepakatan gencatan senjata tetap berjalan. Hamas membebaskan tawanan Israel dan Israel juga melakukan pertukaran jenazah sesuai kesepakatan. Meski demikian, situasi di lapangan tetap genting dan tantangan untuk menegakkan gencatan senjata tetap besar.

Source link