Pernikahan Tarman, seorang kakek berusia 74 tahun, dengan Sheila yang berusia 24 tahun di Pacitan, Jawa Timur menuai sorotan publik karena mahar fantastis yang diberikan, berupa cek senilai Rp3 miliar dan satu unit mobil. Sheila, yang lahir pada 2001, termasuk dalam generasi Z, sementara Tarman, kelahiran 1951, masuk ke generasi baby boomer. Meskipun Tarman mendapat kritik karena latar belakangnya yang dipertanyakan, fenomena perempuan muda menikah dengan pria jauh lebih tua menarik minat peneliti.
Menurut New York Post, perempuan generasi Z cenderung terbuka dalam menjalin hubungan silang generasi, karena kesulitan menemukan pasangan dengan pandangan serupa di kalangan mereka sendiri. Banyak yang mulai membuka diri untuk berkencan dengan pria yang lebih tua. Fenomena ini disebabkan oleh perubahan dalam ekspektasi dan cara pandang masyarakat yang dipengaruhi oleh media sosial, seperti TikTok, yang membawa model hubungan yang beragam.
Emma Hathorn dari Seeking.com juga menekankan bahwa hubungan antargenerasi memberi kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan latar belakang budaya yang berbeda. Perempuan gen Z mencari kedewasaan dan stabilitas dalam hubungan, yang sering kali ditemui pada pria yang lebih tua. Selain itu, peneliti menyimpulkan bahwa ada basis psikologis dan evolusioner yang mempengaruhi ketertarikan antara perempuan muda pada pria yang lebih tua.
Penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan ini memiliki konsekuensi yang berbeda bagi kesehatan pria dan wanita. Pria yang menikahi perempuan lebih muda cenderung memiliki risiko kematian yang lebih rendah, sementara wanita yang menikah dengan pria lebih muda dapat mengalami risiko kematian yang lebih tinggi. Namun, hal ini juga melibatkan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi kesehatan dan kebahagiaan dalam hubungan tersebut.
Sementara itu, perempuan generasi Z menunjukkan keteguhan dan keberanian dalam memilih pasangan berdasarkan kebutuhan pribadi dan bukan sekadar mengikuti tradisi. Mereka mencari stabilitas, komitmen, dan keselarasan dalam hubungan yang mungkin sulit ditemukan di kalangan sebayanya. Dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi hal ini, fenomena pernikahan antargenerasi menjadi bagian dari evolusi hubungan dan gairah cinta di era modern.
