Dalam dunia percintaan, kebanyakan orang cenderung memilih pasangan sebaya dengan selisih usia satu atau dua tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren hubungan dengan perbedaan usia belasan hingga puluhan tahun semakin meningkat. Pertanyaannya, apakah hubungan lintas generasi ini benar-benar membawa kebahagiaan yang seimbang bagi kedua belah pihak? Tim peneliti dari London Metropolitan University melakukan studi untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Studi yang dipimpin oleh psikolog Samantha Banbury melibatkan 126 relawan yang memiliki selisih usia minimal tujuh tahun dengan pasangan mereka. Para peserta diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kesejahteraan psikologis, kepuasan dalam hubungan, dan pandangan mereka terhadap kencan. Hasil studi menarik menunjukkan bahwa laki-laki yang memiliki pasangan setidaknya tujuh tahun lebih muda merasakan tingkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang berpasangan dengan yang lebih tua. Namun, efek ini tidak terlihat pada perempuan.
Dalam hal kesejahteraan umum, tidak ada perbedaan signifikan antara pasangan dengan selisih usia dan pasangan sebaya. Namun, baik laki-laki maupun perempuan melaporkan kepuasan seksual yang lebih tinggi ketika pasangannya lebih muda. Studi juga menyorot pandangan tentang stabilitas finansial dalam hubungan. Perempuan muda yang berpasangan dengan laki-laki lebih tua, serta laki-laki muda yang berpasangan dengan perempuan lebih tua, merasa bahwa hubungan mereka lebih stabil dari segi ekonomi.
Peneliti internasional melakukan studi berskala besar yang mempublikasikan hasilnya di jurnal Population Studies pada tahun 2022 untuk meneliti perbedaan usia pada hubungan heteroseksual lintas budaya dan agama. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa secara global, laki-laki rata-rata 4,2 tahun lebih tua dari pasangannya. Namun, angka ini bervariasi tergantung wilayahnya.
Faktor PDB per kapita dan tingkat ketimpangan gender juga dikaji dalam studi ini. Negara dengan pendapatan dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki selisih usia yang lebih kecil antara pasangan. Sementara itu, negara dengan tingkat ketimpangan gender yang tinggi menunjukkan selisih usia yang lebih besar antara laki-laki dan perempuan dalam hubungan. Dengan demikian, perbedaan usia antara pasangan tidak hanya berkaitan dengan preferensi pribadi, tetapi juga mencerminkan struktur sosial, ekonomi, dan budaya di masing-masing negara.
