Sydney Hurley, seorang wanita berusia 27 tahun, mengalami kebingungan ketika melihat feed Instagram pribadinya yang dipenuhi dengan unggahan dari akun Instagram yang berfokus pada kesehatan perempuan. Informasi yang dia temukan seringkali saling bertentangan dan sulit untuk menentukan mana yang dapat dipercaya. Studi menunjukkan bahwa 86% konten gizi di Instagram tidak memiliki rujukan ilmiah, sementara hampir separuh konten nutrisi di TikTok ternyata tidak akurat.
Masalah yang sama juga terjadi di platform lainnya, tidak hanya dua platform besar tersebut. Sebuah tinjauan atas 64 studi yang menguji laman dan media sosial menemukan bahwa separuh dari mereka menyebarkan informasi gizi dengan tingkat akurasi yang rendah. Hal ini membuat pengguna kesulitan membedakan informasi yang benar dan salah.
Misinformasi seputar diet seperti diet keto atau puasa detoks dapat berbahaya bagi kesehatan. Saran diet ekstrem ini seringkali berujung pada gangguan makan dan pemborosan uang untuk suplemen yang sebenarnya tidak perlu. Sebagian besar misinformasi ini berasal dari “sebutir kebenaran” yang direkayasa untuk agenda tertentu.
Bagi para influencer, bagian penting yang sering diabaikan adalah dalam proses memasak. Merebus kacang atau biji-bijian hingga lunak dapat mengurangi sebagian besar lektin yang dianggap berbahaya. Begitu juga dengan diet ekstrem lainnya seperti diet karnivora atau diet keto yang tidak mempertimbangkan makanan sehat lainnya.
Penting untuk memilah informasi yang benar dan menghindari misinformasi terkait gizi. Cek keahlian influencer, selalu periksa sumber informasi ilmiah, dan waspada terhadap red flag yang mengindikasikan informasi yang tidak kredibel. Ilustrasi dalam artikel ini memberikan panduan mengenai cara memilah informasi gizi yang sahih, penting untuk selalu waspada saat menerima informasi terkait diet di media sosial.
