Hubungan sosial yang sehat tidak hanya memiliki dampak positif pada kesehatan fisik dan mental seseorang, namun juga dapat melindungi tubuh dari penyakit. Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 2.000 orang dewasa menunjukkan bahwa keuntungan sosial yang berkelanjutan terkait dengan proses penuaan biologis yang lebih lambat dan penurunan peradangan dalam tubuh. Peneliti menggunakan indeks cumulative social advantage (CSA) sebagai cara untuk mengevaluasi keterhubungan sosial seseorang dari berbagai aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan skor CSA yang tinggi cenderung memiliki penuaan biologis yang lebih sehat.
Meskipun penelitian ini hanya menunjukkan adanya korelasi, namun temuan ini menambah bukti kuat bahwa dukungan sosial bukan hanya memberikan manfaat emosional, tetapi juga berdampak pada proses fisiologis dalam tubuh. Para peneliti berspekulasi bahwa hubungan sosial yang sehat dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang dengan cara yang beragam mulai dari tekanan darah hingga fungsi sistem imun.
Psikolog klinis Andrea Bonior menegaskan pentingnya menjaga hubungan sosial dengan serius, sebagaimana kita menjaga pola makan atau rutin berolahraga. Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan langsung antara hubungan sosial yang positif dengan kesehatan tubuh, tidak ada salahnya untuk mulai memprioritaskan persahabatan dan hubungan sosial. Obrolan hangat dengan teman, dukungan keluarga, dan keterlibatan dalam komunitas, mungkin merupakan kunci alami untuk menjaga kesehatan dan menua dengan baik. Oleh karena itu, rawatlah persahabatan sebaik mungkin untuk mendukung kesehatan fisik dan mental kita.






