Penyebab Keracunan: Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus

Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah di Indonesia, yang kebanyakan disebabkan oleh bakteri dalam makanan. Dua jenis bakteri yang paling umum terdeteksi adalah salmonella yang ditemukan pada ayam, telur, dan sayuran, serta bacillus cereus yang sering ditemukan dalam makanan yang berbasis mie.

Salmonella adalah bakteri patogen yang dapat bertahan di berbagai kondisi dan biasanya menyebar melalui makanan dan minuman terkontaminasi. Gejala infeksi salmonella termasuk diare, demam, mual, sakit kepala, kram perut, dan bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Di sisi lain, bacillus cereus merupakan bakteri pembentuk spora yang dapat menyebabkan dua jenis penyakit gastrointestinal yaitu sindrom emetik dan sindrom diare. Gejala muntah akibat bakteri B. Cereus biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti nasi atau makanan bertepung. Sedangkan gejala diare bisa terjadi setelah mengonsumsi produk olahan susu, ikan, daging, sayuran, dan lainnya.

Dalam kerangka program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah dicanangkan sejak Januari hingga September 2025, terdapat beberapa kasus keracunan yang mencuat. Presiden Prabowo pun telah menginstruksikan agar dapur MBG dilengkapi dengan alat uji untuk memastikan keamanan pangan yang disajikan. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan anak-anak yang menerima program ini tetap sehat dan terhindar dari keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri salmonella dan bacillus cereus.

Source link