Shrekking: Fenomena Pacaran Toksik yang Mengejutkan

Shrekking, istilah yang sedang viral sebagai tren berpacaran di media sosial belakangan ini, sebenarnya tidaklah positif. Istilah ini merujuk pada praktik sengaja berpacaran dengan seseorang yang dianggap di bawah standar, dengan tujuan agar bisa memegang kendali dalam hubungan. Menurut Bruce Y. Lee, Shrekking terinspirasi dari karakter Shrek dalam film DreamWorks yang pada awalnya digambarkan sebagai raksasa berkulit hijau yang tidak menarik. Seiring perkembangan media sosial dan budaya, praktik seperti ini menjadi lebih populer dan sering diungkapkan secara terang-terangan.

Shrekking, meskipun terlihat sebagai langkah perlindungan diri bagi banyak perempuan generasi Z, sebenarnya memiliki dampak buruk. Salah satu risiko utamanya adalah menciptakan pola pikir di mana kendali dan validasi menjadi lebih penting daripada kesetiaan sejati. Hal ini bisa berujung pada perilaku perselingkuhan dan pengendalian hubungan yang merendahkan. Selain itu, perubahan dinamika hubungan akibat shrekking juga bisa mengguncang keseimbangan, terutama jika hubungan didasarkan pada ketimpangan kekuatan.

Menurut para ahli kencan dan psikolog, shrekking merupakan praktik yang berbeda dengan berkompromi atau melihat kebaikan dalam seseorang. Seseorang yang terlibat dalam shrekking sengaja bertemu dengan orang yang dianggap lebih rendah standarnya, dengan tujuan untuk memiliki dominasi lebih dalam hubungan. Dengan begitu, seseorang merasa lebih aman, tidak perlu bersaing, dan dapat dengan mudah mendapatkan validasi dari pasangannya. Namun, pada akhirnya, praktik ini bisa merusak hubungan dan keseimbangan emosional.

Dengan demikian, sementara shrekking mungkin menjadi tren di media sosial, penting untuk memahami bahwa hubungan seharusnya didasarkan pada penghargaan, saling pengertian, dan kesetiaan sejati. Merawat hubungan dengan cara yang sehat dan membangunnya berdasarkan kepercayaan dan kerja sama adalah kunci keberhasilan dalam berpacaran. Sebelum terjun ke dalam tren-tren pacaran terbaru, bijaksanalah dalam memilih pasangan dan jangan terjebak dalam praktik yang dapat merugikan hubungan Anda.

Source link