Mengungkap Misteri Penyakit yang Menghilangkan Rasa Takut

Jordy Cernik, seorang pria Inggris, memiliki kisah unik setelah kelenjar adrenalnya diangkat untuk mengurangi kecemasan akibat sindrom Cushing. Pada tahun 2012, saat perjalanan ke Disneyland, ia menyadari bahwa tidak merasakan rasa takut sama sekali setelah naik wahana roller coaster. Pengalaman ini mirip dengan yang dialami oleh sejumlah orang yang hidup dengan penyakit Urbach-Wiethe, yang hanya mempengaruhi sekitar 400 orang di dunia. Salah satu pasien Urbach-Wiethe yang dikenal dengan inisial SM, telah menjadi subjek studi ilmiah di Universitas Iowa sejak pertengahan 1980-an.

Studi tentang SM membawa peneliti untuk menemukan bahwa penyakit Urbach-Wiethe disebabkan oleh mutasi pada gen ECM1 yang menghancurkan amigdala, bagian otak yang memproses rasa takut. Tetapi, kasus SM sebenarnya lebih rumit, karena ia tidak merasakan fear conditioning. Meskipun cukup ramah dan suka bersosialisasi, SM sukar mengenali dan menghindari situasi berbahaya, yang pernah membuatnya beberapa kali mengalami ancaman yang serius.

Penelitian tentang SM telah membawa penemuan baru tentang dua jalur rasa takut berbeda di otak, tergantung pada jenis ancaman. Anak-anak vertebrata memiliki amigdala yang berperan penting dalam respons terhadap ancaman eksternal, sementara ancaman internal diatur dengan cara yang berbeda. Para ilmuwan menyadari bahwa amigdala tidak selalu diperlukan untuk segala bentuk rasa takut, kecemasan, dan panik. Kisah SM membuat kita mempertanyakan keperluan emosi primal seperti rasa takut dalam kehidupan modern. Dengan demikian, penelitian tentang SM membawa pemahaman baru tentang bagaimana otak manusia merespons rasa takut dan bahaya.

Source link