Pentingnya Minum Cukup: Hubungan Antara Kesehatan dan Stres

Memiliki kebiasaan minum yang cukup sangat penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology menemukan bahwa minum air dalam jumlah yang cukup dapat mengurangi risiko stres. Jumlah cairan yang direkomendasikan untuk diminum setiap hari adalah minimal 1,5 liter atau sekitar tujuh cangkir teh.

Studi ini menunjukkan bahwa orang yang minum kurang dari rekomendasi tersebut memiliki respons kortisol terhadap stres yang lebih tinggi. Kortisol adalah hormon utama yang berperan dalam merespons stres, dan produksi hormon ini berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan depresi.

Penelitian dilakukan dengan membagi peserta menjadi dua kelompok, satu kelompok dengan asupan cairan yang cukup dan satu kelompok dengan asupan cairan yang rendah. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang kurang minum air menunjukkan peningkatan kortisol yang signifikan dalam situasi stres. Meskipun keduanya merasakan kecemasan dan peningkatan detak jantung, asupan cairan yang kurang berhubungan dengan kadar kortisol yang lebih tinggi.

Tubuh yang kekurangan cairan juga dapat berdampak pada keseimbangan cairan tubuh, yang berpengaruh pada respons stres di otak. Dehidrasi dapat menyebabkan pelepasan hormon vasopresin, yang dapat meningkatkan produksi kortisol. Oleh karena itu, menjaga tubuh terhidrasi dapat membantu mengurangi respons stres yang berlebihan.

Kebiasaan sederhana seperti membawa dan minum air secara teratur dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang. Pastikan tubuh tetap terhidrasi untuk membantu Anda menghadapi stres dengan lebih baik, terutama saat menghadapi situasi yang menegangkan seperti tenggat waktu atau tugas yang menuntut. Dengan demikian, menjaga kecukupan cairan dalam tubuh tidak hanya baik untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga dalam mengelola stres yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Source link