Wali Kota Prabumilih: Kontroversi Pencopotan Kepsek Viral

Viral Pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Wali Kota Arlan Buka Suara dan Minta Maaf

Nama Wali Kota Prabumulih, Arlan, mendadak ramai dibicarakan setelah polemik pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, viral di media sosial. Isu itu mencuat karena Roni diduga menegur anak Arlan yang membawa mobil ke sekolah. Namun, setelah sorotan publik semakin besar, Arlan tampil dalam konferensi pers untuk memberi klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada Roni dan warga Prabumulih.

Klarifikasi Arlan soal alasan pencopotan

Dalam penjelasannya, Arlan membantah kabar bahwa pencopotan Roni berkaitan dengan teguran terhadap anaknya. Ia menegaskan bahwa persoalan yang dimaksud bukan seperti yang ramai beredar di publik. Menurut Arlan, teguran tersebut terkait kasus guru kepada murid, bukan karena anaknya membawa mobil ke sekolah.

Setelah polemik ini menjadi perhatian luas, keputusan pencopotan Roni akhirnya dibatalkan. Tidak hanya itu, Roni Ardiansyah serta petugas keamanan sekolah juga dipulihkan ke posisi semula. Langkah ini sekaligus meredakan spekulasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat.

Pemerintah provinsi ikut turun tangan

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut merespons isu tersebut dengan menurunkan tim untuk menyelidiki duduk perkara pencopotan kepala sekolah SMPN 1 Prabumulih. Langkah ini menunjukkan bahwa kasus yang semula tampak sebagai urusan internal sekolah telah berkembang menjadi perhatian tingkat provinsi.

Di tengah ramainya sorotan publik, latar belakang Arlan pun kembali ikut disorot. Sebelum menjabat sebagai Wali Kota, ia dikenal sebagai pengusaha karet dan kontraktor. Arlan juga tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Kota Prabumulih.

Sorotan publik tak berhenti di kasus sekolah

Berdasarkan laporan harta kekayaannya saat menjadi calon wali kota, total kekayaan Arlan mencapai Rp17.002.737.046. Aset tersebut terdiri dari tanah, bangunan, alat transportasi, dan mesin. Data itu kemudian ikut menjadi bahan perbincangan di tengah viralnya kasus yang menyeret namanya.

Nama Arlan sebelumnya juga sempat mencuri perhatian saat kampanye Pilkada 2024. Ia maju bersama Franky Nasril dan menjadi sorotan karena tampil membawa empat istrinya dalam salah satu agenda kampanye. Dalam pernyataannya kala itu, Arlan mengaku mampu bertanggung jawab dunia dan akhirat meski memiliki banyak istri.

Di media sosial, polemik lain yang ikut menempel pada dirinya adalah soal kepemilikan kendaraan roda empat. Beragam spekulasi bermunculan dan membuat nama Arlan kian ramai dibahas. Kini, publik menunggu hasil penelusuran lebih lanjut untuk memastikan fakta di balik rangkaian kontroversi yang menyeret Wali Kota Prabumulih tersebut.

Source link