Menurut kuasa hukum Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank di Jakarta Pusat, almarhum MIP (37), Boyamin Saiman, kliennya tidak dipilih secara acak oleh tersangka. Boyamin mengungkapkan bahwa tersangka C alias Ken sebelumnya telah bertemu dengan korban dan bahkan korban memberikan kartu namanya secara personal kepada tersangka terkait bisnis yang dijalankan. Hal ini menunjukkan bahwa penculikan tidak dilakukan secara acak, melainkan telah direncanakan sebelumnya. Meskipun ada perbedaan pandangan dengan penyidik, Boyamin menyatakan tidak ingin berbenturan dengan pihak berwajib. Dia berkeyakinan bahwa tersangka seharusnya dijerat dengan pasal pembunuhan berencana karena fakta-fakta dalam kasus ini menunjukkan adanya rencana untuk menyembunyikan kedok dengan tindakan membunuh. Pihaknya akan mengirimkan surat resmi ke Polda Metro Jaya agar para tersangka dijerat dengan pasal yang sesuai dengan kejadian yang terjadi. Sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa korban, Kepala Cabang Pembantu (KCP) salah satu bank di Jakarta Pusat, adalah sasaran acak dari komplotan tersangka. Rincian kasus ini terus dikembangkan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa tragis ini.
Mengapa Kacab Bank Tidak Dipilih Secara Acak oleh Tersangka?
Read Also
Recommendation for You

Selama sepekan terakhir, sejumlah peristiwa kriminal menarik terjadi di Jakarta. Salah satunya adalah keputusan Polda…

Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta menyatakan Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia…

Sejumlah peristiwa kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (17/4). Mulai dari…

Sebuah kasus kematian tragis terjadi di kawasan Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan…

Beragam peristiwa terkait kriminal dan keamanan terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (16/4), mulai…







