Musim Red Bull Rookies Cup 2025 resmi berakhir dengan cerita yang meninggalkan dua sisi berbeda bagi Veda Ega Pratama: rasa kecewa karena gagal mengamankan gelar, tetapi juga kebanggaan karena menutup musim sebagai runner-up terbaik dari Indonesia. Dalam tujuh seri yang berlangsung ketat, pembalap Astra Honda Racing itu mengumpulkan 181 poin, hanya kalah 55 angka dari Brian Uriarte yang keluar sebagai juara.
Performa impresif meski sempat absen
Hasil akhir Veda terasa makin kuat jika melihat perjalanan musimnya yang tidak mulus. Ia sempat absen pada satu seri di Le Mans akibat cedera, namun tetap mampu menjaga ritme persaingan di papan atas. Sepanjang musim, Veda mencatat tiga kemenangan, dua kali finis kedua, dan satu podium ketiga. Catatan itu menegaskan bahwa ia bukan sekadar pelengkap di grid, melainkan penantang serius yang konsisten memberi tekanan kepada para rivalnya.
Harapan besar di seri penentuan
Menjelang seri terakhir, peluang Veda sebenarnya masih terbuka. Selisih 22 poin dari Uriarte membuat persaingan tetap hidup, dan harapan untuk mengejar gelar sempat terasa realistis. Namun, situasi berubah di Race 1 ketika Veda terlibat insiden pada lap 11 setelah bentrok dengan pembalap lain. Momen itu menjadi titik balik yang menguntungkan Uriarte, yang akhirnya memastikan diri sebagai juara setelah finis di depan.
Tetap bangkit di tengah tekanan
Kekecewaan jelas tak bisa dihindari, tetapi Veda tidak larut terlalu lama. Dukungan dari sang ayah, Sudarmono, ikut menjadi dorongan penting untuk menjaga fokus. Pada Race 2, ia masih mampu menunjukkan kecepatan dengan merebut posisi ketiga tercepat dalam sesi itu, meski podium lepas pada lap terakhir. Di balapan berikutnya, Veda kembali menghadapi masalah setelah terkena penalti tiga detik yang membuatnya turun ke P5. Ia menilai kondisi lintasan yang sulit ikut memengaruhi hasil, tetapi tetap membawa pulang musim dengan kepala tegak.
Di sisi lain, rookie RBRC 2025 Muhammad Kiandra Ramadhipa juga mencuri perhatian di Misano lewat finis kelima dan ketujuh, menambah warna positif bagi wakil Indonesia di ajang ini. Bagi Veda, musim 2025 bukan hanya soal posisi akhir, melainkan pembuktian bahwa ia punya kapasitas untuk bersaing di level tertinggi dan bertahan dalam tekanan sepanjang musim.
Source link












