Berita  

Pertamina Patra Niaga: Membangun Ekosistem SAF Berbasis Ekonomi Sirkular

Pertamina Patra Niaga Dorong Ekosistem SAF dari Minyak Jelantah, Libatkan Masyarakat dalam Rantai Energi Bersih

Pertamina Patra Niaga memperluas langkah pengumpulan bahan baku untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) dengan pendekatan ekonomi sirkular. Lewat program ini, minyak bekas pakai dari rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang bisa masuk kembali ke rantai pasok energi bersih dan membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

Minyak Jelantah Dikumpulkan Lewat MyPertamina dan Titik Strategis

Pengumpulan UCO dilakukan melalui aplikasi MyPertamina serta sejumlah titik strategis milik Pertamina. Skema ini dirancang agar partisipasi masyarakat lebih mudah, sekaligus memperluas ekosistem penyediaan feedstock SAF. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat ikut terlibat langsung dalam mendukung transisi energi, tanpa harus berada jauh dari rantai industri yang selama ini terkesan tertutup.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menghimpun minyak jelantah dari rumah tangga, tetapi juga diperkuat melalui kolaborasi dengan asosiasi untuk memperluas partisipasi publik. Titik pengumpulan saat ini tersebar di berbagai lokasi, mulai dari SPBU, rumah sakit, hingga kantor Pertamina.

Sejak Desember 2024, Terkumpul 86 Ribu Liter Lebih

Sejak diluncurkan pada Desember 2024, program ini telah mengumpulkan lebih dari 86 ribu liter minyak jelantah rumah tangga dan melibatkan 2.443 masyarakat di 10 lokasi di Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapur bisa diarahkan menjadi bagian dari solusi energi, bukan sekadar persoalan lingkungan yang berakhir di tempat pembuangan.

Kolaborasi Internal Pertamina Diperluas

Mars Ega menambahkan, lembaga penyalur milik Pertamina Patra Niaga serta entitas di dalam Pertamina Group akan ikut berkolaborasi untuk memperbesar jangkauan program ini. Melalui pendekatan tersebut, Pertamina ingin membangun model pengelolaan energi yang tidak hanya menekan limbah, tetapi juga mengubahnya menjadi bahan bakar penerbangan rendah emisi.

Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari transisi energi yang memberi manfaat ganda: membantu masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari minyak jelantah, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi melalui pemanfaatan bahan baku yang sebelumnya terbuang.

Source link