Ducati telah memperlihatkan dominasi yang luar biasa dalam balapan MotoGP belakangan ini. Dengan motor Desmosedici yang tak tertandingi, tim Italia ini telah mampu mencapai level yang sulit dikejar oleh pesaing lainnya. Bahkan, banyak pembalap penting, termasuk Alex Marquez dan Fermin Aldeguer, telah memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan Ducati. Selain itu, Ducati telah sukses menarik perhatian para pembalap baru dan menjaga loyalitas pelanggan dengan kebijakan sewa motor yang fleksibel.
Para pembalap Ducati, seperti Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, telah membuktikan keunggulan motor GP tahun lalu. Namun, setelah tes musim dingin terakhir di Thailand, tim Ducati memutuskan untuk homologasi satu spesifikasi mesin untuk semua pembalapnya. Meskipun mesin tersebut nantinya akan menjadi mesin 2024, terdapat sedikit perbedaan antara spesifikasi yang digunakan oleh pembalap pabrikan seperti Marquez, Bagnaia, dan Di Giannantonio dengan pembalap satelit seperti Alex Marquez, Aldeguer, dan Morbidelli.
Saat ini, kompetisi di MotoGP semakin sengit. Marc Marquez telah menunjukkan dominasinya dengan sejumlah kemenangan gemilang, sementara pembalap Ducati lainnya, seperti Bagnaia, sedang mencari performa terbaiknya. Namun, Ducati harus segera mempertimbangkan kontrak dan strategi untuk musim depan, terutama dengan adanya perombakan regulasi besar-besaran yang akan terjadi pada 2027.
Dalam situasi yang terus berubah ini, Ducati berpotensi menurunkan enam motor GP26 di lintasan pada musim depan. Dengan dukungan dari pembalap-pembalap berbakat dan strategi yang tepat, Ducati dapat menjaga dominasinya di MotoGP dan terus memperkuat posisinya sebagai kekuatan utama dalam balap motor dunia.












