Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah tak sekadar hadir sebagai agenda pemeriksaan rutin di lingkungan pendidikan. Di SMK Negeri 26 Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo turun langsung meninjau pelaksanaannya sebagai sinyal bahwa kesehatan pelajar kini diperlakukan sebagai urusan strategis, bukan pelengkap. Kunjungan ini menjadi bagian dari peluncuran nasional CKG Sekolah yang digelar serentak di 12 sekolah, madrasah, dan pesantren di berbagai daerah.
Perhatian langsung untuk generasi muda
Dito menegaskan program tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi kesehatan generasi muda. Menurut dia, langkah ini selaras dengan arah kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga yang tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada kebugaran masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Dengan kata lain, kesehatan pelajar diposisikan sebagai fondasi awal sebelum bicara soal daya saing dan prestasi.
Data kesehatan jadi pijakan kebijakan
Pelaksanaan CKG di sekolah juga dirancang bukan berhenti pada hasil pemeriksaan di hari itu saja. Data yang terkumpul akan dipakai sebagai dasar menyusun kebijakan yang mendorong pola hidup sehat di kalangan pelajar. Di SMKN 26 Jakarta, kegiatan ini turut didampingi sejumlah pejabat serta atlet panjat tebing peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, yang menambah bobot simbolik pada kampanye hidup sehat tersebut.
Pemeriksaan yang dilakukan
Rangkaian CKG mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, status gizi, tekanan darah, kebugaran jasmani, pemeriksaan gigi dan mata, hingga skrining tuberkulosis dan kesehatan jiwa. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari visi transformasi kesehatan nasional Presiden Prabowo, yang menargetkan 53,8 juta siswa di berbagai jenjang pendidikan. Program tersebut telah berjalan bertahap sejak Februari 2025 dan disebut sebagai salah satu langkah untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Source link


