Sugiono resmi memulai tugas barunya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra periode 2025–2030 dengan satu pesan yang menonjol: penghormatan kepada pendahulunya, Ahmad Muzani. Dalam pernyataannya di Padepokan Garuda Yaksa, ia menegaskan bahwa perjalanan panjang Gerindra tidak lepas dari peran Muzani yang memimpin posisi sekjen selama 17 tahun, sejak 2008 hingga 2025.
Apresiasi untuk Ahmad Muzani
Sugiono menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan tanggung jawab Ahmad Muzani yang dinilai ikut membesarkan partai sejak awal berdiri. Ia menyebut Muzani bukan hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Gerindra hingga mengantarkan Prabowo Subianto ke kursi Presiden Indonesia.
Menurut Sugiono, kontribusi itu layak dicatat sebagai bagian dari fondasi utama partai. Karena itu, ia menilai pergantian struktur bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan juga momen untuk menghormati kerja panjang yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Susunan baru DPP Gerindra 2025–2030
Dalam pengumuman kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra periode 2025–2030, Prabowo Subianto ditetapkan sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina. Sufmi Dasco Ahmad menjabat sebagai Ketua Harian, Sugiono sebagai Sekretaris Jenderal, dan Satrio Dimas Adityo dipercaya menjadi Bendahara Umum.
Sugiono juga memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad atas peran pentingnya dalam perkembangan partai. Baginya, susunan baru ini harus menjadi titik tolak untuk memperkuat kerja bersama, bukan sekadar perubahan nama di struktur kepengurusan.
Menjaga soliditas kader
Di hadapan kader, Sugiono menekankan pentingnya menjaga persatuan dan rasa sepenanggungan di internal partai. Ia meminta seluruh kader merawat ikatan persaudaraan agar Gerindra tetap solid dalam mendukung program pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dengan formasi baru ini, Gerindra tampak ingin menunjukkan kesinambungan: menghargai peran para tokoh lama, sekaligus menata mesin partai untuk menghadapi agenda politik dan pemerintahan ke depan.
Source link


