Berita  

Beras Murah Bulog: Senjata Turunkan Harga Pasaran

Pemerintah melalui Perusahaan Umum Bulog sudah mulai menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP) ke masyarakat dan pasar. Penyaluran ini penting untuk membantu warga agar lebih terbantu dan tepat sasaran. Ada dua saluran utama untuk pelepasan bantuan ini.

Pertama, bantuan pangan berupa beras diberikan kepada 18,3 juta keluarga dengan masing-masing menerima 10 kilogram pada bulan Juni-Juli 2025. Meskipun penyaluran ini seharusnya dilakukan sejak bulan Juni, namun karena keterbatasan anggaran baru dilakukan pada tanggal 12 Juli 2025.

Kedua, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Tahun ini, target penyalurannya mencapai 1,318 juta ton dari Juli hingga Desember 2025. Bersamaan dengan jumlah beras SPHP yang sudah disalurkan pada awal tahun, total target penyaluran beras mencapai 1,5 juta ton, jumlah ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Pengamat Pertanian Khodori melihat pelepasan CBP oleh Bulog sebagai langkah positif dalam menghadapi kenaikan harga beras yang signifikan. Penyaluran beras ini juga penting untuk menjaga pasokan di pasar, menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan memastikan beras CBP tidak berumur terlalu lama.

Meski demikian, penyaluran beras SPHP tahun ini lebih ketat untuk memastikan tujuan dari program ini tercapai. Saluran penyaluran SPHP melibatkan enam saluran utama termasuk toko pengecer di pasar tradisional dan toko-toko binaan pemda. Prosedur ini lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan persyaratan yang lebih detail dan sanksi yang lebih tegas.

Dalam konteks stok beras Bulog yang semakin menipis, penyaluran bantuan pangan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di pasar. Perhatian pemerintah saat ini sebaiknya difokuskan pada penyaluran bantuan yang tepat dan efisien, bukan hanya menyerap stok beras.

Source link