Berita  

Kanker Ovarium: Risiko dan Pencegahan Yang Perlu Diketahui

Kanker ovarium merupakan penyakit yang sering menyerang wanita di Indonesia setelah kanker payudara dan serviks. Penyakit ini bisa terjadi pada wanita dari segala usia akibat perubahan DNA yang mengakibatkan pertumbuhan sel di ovarium tidak normal. Indonesia termasuk dalam sepuluh negara dengan kasus kanker ovarium tertinggi di dunia, dengan ribuan kasus baru dan kematian setiap tahunnya. Kanker ovarium epitelial adalah jenis yang paling umum terjadi, berkembang pada lapisan tipis yang menutupi ovarium. Gejalanya seringkali tidak spesifik, membuat diagnosa terlambat pada stadium lanjut. Kekambuhan setelah kemoterapi awal sangat tinggi, sehingga penanganan memerlukan operasi dan kemoterapi. Faktor risiko termasuk riwayat keluarga, reproduksi, faktor genetik, obesitas, usia, dan kebiasaan merokok. Pencegahan seperti menjaga berat badan, pola makan sehat, mengonsumsi kontrasepsi oral, berhenti merokok, dan hindari terapi hormon dapat membantu menurunkan risiko. Saat ini belum ada metode skrining yang akurat untuk deteksi dini kanker ovarium, namun transvaginal ultrasound dan tes darah CA-125 bisa menjadi opsi pendukung pemeriksaan. Penanganan kanker ovarium membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif antara tenaga medis dan penyedia terapi lanjutan untuk memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi pasien. Edukasi tentang penanganan yang tepat dan akses terhadap perawatan penting untuk membangun sistem kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan pasien kanker ovarium.

Source link