Berita  

Sistem Imigrasi Malaysia Turun, Antrean WNA di Bandara Menjadi Kacau

Gangguan besar pada sistem autogate imigrasi Malaysia membuat arus penumpang asing di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sempat berantakan, Selasa ini. Lebih dari 200 autogate dilaporkan terdampak, memicu antrean panjang dan kepadatan di sejumlah titik pemeriksaan. Meski begitu, pemegang paspor Malaysia masih bisa melewati autogate seperti biasa, sehingga gangguan ini terutama dirasakan warga negara asing.

Antrean Menumpuk di KLIA dan Pos Pemeriksaan Perbatasan

Masalah tersebut tidak hanya terjadi di KLIA, tetapi juga menjalar ke Terminal 1 dan Terminal 2, serta ke kompleks Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina Bangunan Sultan Iskandar (BSI) di Johor dan Sultan Abu Bakar CIQ (KSAB). Dampaknya terasa luas karena fasilitas autogate menjadi jalur utama yang biasanya mempercepat pemeriksaan kedatangan dan keberangkatan.

Seorang pengguna Facebook, Sarena Yong, mengatakan sistem autogate tidak dapat digunakan oleh pemegang paspor asing sejak Jumat malam. Keluhan serupa kemudian menguat setelah badan keamanan dan kontrol perbatasan BSI mengeluarkan pernyataan resmi di Facebook bahwa layanan autogate di kedua ruang penumpang di BSI memang terganggu.

Penyebab Masih Diselidiki

Hingga kini, penyebab pasti gangguan belum diumumkan. Otoritas terkait masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah masalah ini murni teknis atau justru berkaitan dengan sabotase maupun peretasan. Situasi ini membuat petugas harus mengalihkan arus penumpang ke jalur manual agar proses keluar-masuk tetap berjalan.

Korps Sukarelawan Rakyat Malaysia juga telah dikerahkan untuk membantu mengatur pergerakan pengunjung di dua pos pemeriksaan darat yang berbatasan dengan Singapura. Di saat yang sama, petugas imigrasi membuka jalur kontra di kedua terminal bus untuk mengurangi penumpukan orang di area pemeriksaan.

Autogate yang Kerap Jadi Andalan Kini Kembali Terganggu

BSI juga menyampaikan informasi resmi melalui laman Facebook mereka mengenai gangguan layanan autogate di pos pemeriksaan. Padahal, sejak 1 Juni tahun lalu, pengunjung dari 63 negara dan wilayah sudah diizinkan memakai fasilitas autogate Malaysia untuk pemeriksaan imigrasi, termasuk wisatawan dari Singapura, Jepang, dan Australia.

Ini bukan kali pertama sistem serupa bermasalah. Pada 8 Desember 2024, gangguan juga pernah terjadi akibat kerusakan pada inti jaringan, yang membuat sistem pemindaian autogate dan kode QR di BSI ikut lumpuh. Kejadian terbaru ini kembali menyoroti rapuhnya ketergantungan pada sistem otomatis yang selama ini menjadi andalan percepatan pemeriksaan di pintu masuk Malaysia.

Source link