Berita  

Nikel RI Tingkatkan Standar ESG untuk Mencari Restu Pasar

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengungkapkan bahwa para penambang nikel di Indonesia sedang fokus pada peningkatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) untuk memastikan nikel Indonesia bisa diterima oleh pasar global yang kini lebih memperhatikan hal tersebut. Sekretaris Jenderal APNI, Meidy Katrin Lengkey, menyatakan bahwa APNI sedang mendorong perusahaan nikel di Indonesia untuk meningkatkan standar ESG dalam operasional mereka. Bahkan, APNI telah berdiskusi dengan beberapa lembaga pengukur standar ESG untuk diterapkan pada industri nikel di Indonesia.

Meidy juga menjelaskan bahwa APNI sedang merumuskan parameter ESG Indonesia dan sedang menyusun aspek-aspek apa saja yang harus dipenuhi oleh perusahaan nikel di Indonesia. Menurutnya, ada 57 aspek yang harus dipenuhi agar sebuah perusahaan dianggap telah menerapkan standar ESG yang baik. Meskipun standar ESG yang berlaku secara global belum sepenuhnya dapat dicapai oleh Indonesia dan hanya sedikit perusahaan yang telah tersertifikasi memenuhi aspek ESG, APNI berusaha untuk menyesuaikan standar tersebut agar sesuai dengan konteks Indonesia dan dapat diterima oleh pasar global.

Dengan upaya ini, APNI berharap dapat meningkatkan reputasi industri nikel Indonesia di mata pasar global dan memastikan bahwa perusahaan-perusahaan nikel di Indonesia dapat memenuhi standar ESG yang lebih tinggi. Ini juga dapat membuka peluang bagi lebih banyak perusahaan nikel Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi ESG dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk nikel Indonesia.

Source link