Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno terhadap Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Wijaya Mithuna Noeradi. Laporan itu kini tengah didalami penyidik setelah rangkaian peristiwa yang disebut pelapor terjadi sejak pertengahan 2023 hingga awal 2024.
Laporan Bermula dari Peristiwa Juni 2023
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi, mengatakan laporan tersebut tercatat dengan nomor LP 2922/V/2025. Menurut penjelasannya, peristiwa yang dipersoalkan bermula pada Juni 2023, ketika Oegroseno memberikan pernyataan di media online. Setelah itu, Komite Olimpiade Indonesia disebut melakukan klarifikasi atas pernyataan tersebut.
Situasi kemudian berkembang. Pada 23 Agustus 2023, Oegroseno menerima surat pemberhentian sementara dari Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PPPTMSI). Lalu, pada 8 Maret 2024, ia kembali menerima surat pemberhentian tetap sebagai anggota KOI yang ditandatangani Ketua KOI.
Merasa Tak Pernah Diberi Penjelasan
Oegroseno menilai dirinya dirugikan karena merasa tidak pernah diberitahu secara jelas mengenai dugaan pelanggaran yang dituduhkan kepadanya. Dari situ, ia menganggap ada unsur yang mencemarkan nama baiknya dan memilih menempuh jalur hukum di Polda Metro Jaya.
Ade Ary menegaskan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian yang dilaporkan. Proses pemeriksaan disebut belum berhenti pada satu titik, karena polisi masih menelusuri kaitan antara pernyataan awal, klarifikasi organisasi, hingga surat-surat keputusan yang diterbitkan kemudian.
Wijaya Ikuti Panggilan Polisi
Di sisi lain, Sekjen KOI Wijaya Mithuna Noeradi juga telah memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait laporan tersebut. Dalam keterangannya, Wijaya memberi sinyal bahwa perkara ini berkaitan dengan sengketa keolahragaan atau persoalan internal organisasi.
Hingga kini, status penanganan kasus masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir atas laporan yang menyeret nama pejabat organisasi olahraga itu, sementara pihak-pihak terkait terus dimintai keterangan untuk mengurai duduk perkara sebenarnya.
Source link












