Sebuah kejadian pelecehan seksual terhadap seorang remaja berusia 13 tahun di Palmerah, Jakarta Barat, menuai kecaman publik. Korban, yang kemudian diidentifikasi sebagai F, menjadi sasaran pelaku berinisial B yang masuk ke rumah kontrakan korban pada Selasa dini hari karena pintu tidak terkunci. Ayah korban, Untung, merasa terkejut atas kejadian ini karena saat itu ia dan istrinya sedang tidur di rumah orang tua tidak jauh dari kontrakan mereka.
Saat melihat remaja tersebut tertidur bersama adiknya yang berusia 6 tahun, pelaku langsung melancarkan aksinya. Mengetahui hal ini, korban yang sedang tertidur langsung tersadar dan mengenali wajah pelaku. Ayah korban, Untung, menjelaskan bahwa putrinya hanya bisa menangis setelah kejadian itu dan kesulitan untuk tidur hingga pagi hari. Setelah kejadian itu, anaknya bahkan telah bersiap-siap untuk berangkat sekolah ketika Untung dan istrinya baru pulang.
Setelah bercerita kepada teman sekelasnya di sekolah, anaknya baru menceritakan kejadian ini kepada Untung. Keluarga ini baru tinggal di kontrakan tersebut selama dua bulan, sehingga anaknya tidak mengenal nama pelaku. Meski sebagai ayah sambung, Untung tetap tidak bisa menerima jika putrinya dilecehkan oleh seorang pemuda pengangguran. Dia meminta agar orang tua pelaku menghadap kepadanya agar bisa menyelesaikan masalah ini.
Meski sempat ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, keinginan ini tidak terwujud karena B enggan mengakui perbuatannya. Untung akhirnya membawa kasus ini ke kepolisian dan pelaku pun mengakui tindakannya. Sampai saat ini, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait kasus pelecehan ini. Selain itu, Untung juga meminta bahwa keadilan harus ditegakkan untuk anaknya yang menjadi korban pelecehan tersebut.












