Berita  

Pejabat Israel Mendesak Gencatan Senjata dengan Iran

Pertempuran antara Israel dan Iran semakin memprihatinkan dengan pertumpahan darah yang terjadi belakangan ini. Kedua negara saling melempar rudal untuk menghancurkan fasilitas penting dan menyerang pejabat pemerintah lawan. Namun, dalam situasi ini, terdapat pandangan mengejutkan dari seorang pejabat pemerintah Israel, yakni Wali Kota Haifa, Yona Yahav.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN International, Yahav meminta agar Israel menghentikan perang melawan Iran. Dia juga mengomentari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang masih belum pasti apakah akan membantu Israel melawan Iran. Trump menyatakan bahwa keputusannya akan diumumkan dalam 2 minggu ke depan, namun Yahav merasa tenggat waktu ini terlalu lama.

Yahav juga menegaskan bahwa dia tidak menyukai perang dan telah mengalami 10 kali konflik di tanah kelahirannya. Haifa merupakan kota multikultural yang telah menjadi tempat damai bagi Yahudi dan Arab selama lebih dari 100 tahun. Menanggapi negosiasi di Jenewa antara Iran dan negara-negara Eropa, Yahav sangat berharap ada kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Dengan situasi yang tidak menentu ini, Yahav berharap agar stabilitas dan kejelasan bisa diberikan oleh Trump untuk mewujudkan perdamaian yang dibutuhkan oleh masyarakat. Keselamatan dan ketenangan harus menjadi prioritas dalam menghadapi situasi konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Source link