Grand Prix Kanada pada akhirnya menampilkan persaingan yang ketat antara lima pembalap teratas serta adu argumen antara tim McLaren. Meskipun insiden itu tidak terjadi di Montreal, tetapi dalam balapan kesepuluh Formula 1 2025, ketegangan terjadi karena protes dari Red Bull Racing. Christian Horner, dalam sesi media yang tertunda beberapa kali, berusaha menjelaskan ketegangan tersebut setelah dokumen FIA tentang protes tersebut disebarluaskan. Dua masalah yang diutarakan Red Bull adalah terkait dengan pengereman mendadak oleh George Russell yang dianggap Red Bull berlebihan dan jarak yang tidak mematuhi aturan dengan safety car. Mereka juga menegaskan bahwa pengereman Russell dan komunikasi tidak sportif melalui radio di dalam mobil merupakan tindakan yang tidak sportif. Red Bull membela protes mereka dengan menunjukkan bukti dalam pertemuan dengan para steward, sedangkan Mercedes membela diri melalui pengakuan Russell tentang kejadian tersebut. Setelah diskusi yang panjang, para steward akhirnya menolak semua poin protes Red Bull dan memutuskan bahwa Russell dan Mercedes bersih dari tuduhan yang diajukan. Selain itu, mereka juga menanggapi pelanggaran lain yang terjadi pada balapan tersebut, termasuk insiden antara Lando Norris dan Oscar Piastri. Penalti waktu yang dijatuhkan kepada Norris tidak diubah menjadi penalti grid untuk Grand Prix Austria, karena ia telah menempuh lebih dari sembilan puluh persen dari total jarak balapan. Penalti waktu tersebut tidak berdampak signifikan, dan Norris tetap berada di urutan ke-18 setelah balapan.
Alasan Penolakan Protes Red Bull F1 di GP Kanada oleh FIA
Read Also
Recommendation for You

David Coulthard Membela Kim Kardashian setelah Kontroversi di Monaco Grand Prix Mantan pembalap Formula 1,…

Antonelli Galang Kemenangan Kelima Berturut-turut Formula 1 menuju Barcelona-Catalunya akhir pekan ini setelah Grand Prix…

Justin Marks, pendiri dan pemilik tim Trackhouse, akan kembali memakai helmnya untuk balapan di Seri…









