Berita  

Pasar Baru: Dari Ramai ke Sepi, Penampakannya

Pasar Baru yang dulu dikenal sebagai salah satu kawasan belanja paling ramai di Jakarta kini menyisakan suasana yang jauh berbeda. Lorong-lorong yang biasanya hidup oleh lalu-lalang pembeli, suara tawar-menawar, dan aktivitas pedagang, belakangan terlihat lengang. Kondisi ini bukan hanya memukul para pedagang, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan petugas keamanan yang setiap hari menjaga kawasan tersebut.

Sepi yang Tak Lagi Sesaat

Seorang penjaga toko di Pasar Baru mengatakan, keadaan sepi itu bukan hal baru. Menurut dia, penurunan jumlah pengunjung sudah terasa sejak pandemi Covid-19 dan belum benar-benar pulih hingga sekarang. Situasi yang awalnya dianggap sementara, kini berubah menjadi kondisi yang berkepanjangan dan membuat aktivitas perdagangan berjalan lambat.

Di tengah suasana yang meredup itu, Pasar Baru masih menyimpan daya tarik yang sulit digantikan. Bangunan-bangunan tua dengan sentuhan arsitektur Tionghoa dan Eropa tetap berdiri di sepanjang kawasan, meski sebagian fasadnya mulai tampak kusam. Jejak sejarah itu menjadi pembeda utama Pasar Baru dibanding pusat belanja modern yang tumbuh di banyak titik kota.

Pesona Lama yang Masih Bertahan

Meski tak seramai dulu, Pasar Baru belum kehilangan identitasnya. Bagi sebagian orang, kawasan ini bukan sekadar tempat berbelanja, melainkan ruang yang menyimpan ingatan lama Jakarta. Nuansa klasik dari bangunan-bangunan yang masih bertahan memberi karakter kuat, sekaligus menghadirkan kesan bahwa pasar ini tengah berjuang menjaga napas di tengah perubahan zaman.

Di balik kesunyian yang terlihat hari ini, Pasar Baru tetap memancarkan pesona khas yang membuatnya berbeda. Justru dari sepinya suasana itulah, wajah lama kawasan ini terlihat semakin jelas: tua, bersejarah, dan perlahan menunggu perhatian yang dulu pernah membuatnya begitu hidup.

Source link