Berita  

Xi Jinping Terima Telepon dari Donald Trump: Obrolan Terungkap

Washington dan Beijing kembali membuka jalur komunikasi di tengah memanasnya perang dagang dan sengketa mineral langka. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping diketahui melakukan percakapan langsung melalui telepon, sebuah langkah yang dinilai penting untuk menahan eskalasi ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Dalam pembicaraan itu, Xi mendesak Washington mencabut kebijakan perdagangan yang dianggap merugikan ekonomi global, sekaligus memperingatkan agar AS tidak mengambil langkah provokatif terkait Taiwan.

Trump Sebut Percakapan Berjalan Positif

Meski nada dari Beijing terdengar tegas, Trump menilai pembicaraan tersebut berakhir dengan kesimpulan yang positif. Ia juga mengumumkan bahwa pertemuan lanjutan antara delegasi perdagangan kedua negara akan segera digelar dalam waktu dekat. Menurut Trump, kedua pihak kini disebut lebih memahami persoalan yang berkaitan dengan produk mineral langka, isu yang belakangan menjadi salah satu titik panas hubungan AS-China.

Mineral Langka Jadi Sumber Ketegangan Baru

Panggilan telepon itu juga memuat unsur diplomatik lain, termasuk saling undang untuk berkunjung. Namun, latar belakang percakapan ini jelas tidak ringan. Perselisihan mengenai mineral langka telah menambah tekanan pada rantai pasok global, karena bahan tersebut dibutuhkan oleh berbagai industri penting. China, yang menangguhkan ekspor mineral tertentu, dipandang menggunakan kebijakan itu sebagai alat tekanan dalam menghadapi Washington.

Delegasi Dagang Siap Bertemu

Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan mitra mereka dari China. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari kesepakatan 90 hari yang dicapai pada Mei lalu untuk mencabut sebagian tarif balasan. Meski sempat meredakan situasi, kesepakatan tersebut belum menyentuh sejumlah persoalan mendasar yang terus membayangi hubungan bilateral kedua negara.

Di sisi lain, sikap Trump yang kerap mengancam mitra dagang dengan kebijakan hukuman lalu menariknya kembali pada menit terakhir ikut memperumit situasi. Pola itu tidak hanya menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku bisnis, tetapi juga membuat para pemimpin dunia harus membaca arah kebijakan Washington dengan lebih hati-hati. Dalam konteks itulah, percakapan Trump dan Xi kali ini menjadi sinyal bahwa kedua pihak masih memilih jalur komunikasi, meski ketegangan belum benar-benar mereda.

Source link