Berita  

Zelensky Bertemu Trump di Vatikan: Fokus bukan pada Putin

Zelensky Sebut Pertemuan dengan Trump di Vatikan Paling Produktif, Bahas Pertahanan dan Tekanan ke Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menilai pertemuan terbarunya dengan Donald Trump di Vatikan sebagai yang paling produktif sejauh ini. Momen itu terjadi di sela-sela pemakaman Paus Fransiskus dan berlangsung saat perang di Ukraina masih jauh dari kata selesai. Bagi Zelenskiy, pembicaraan tersebut bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa, melainkan kesempatan untuk mendorong langkah yang lebih konkret: penguatan pertahanan udara, tekanan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia, dan jalan menuju gencatan senjata.

Bahas gencatan senjata 30 hari

Dalam pertemuan itu, Zelenskiy mengatakan dirinya dan Trump sepakat mengenai kebutuhan untuk menerapkan gencatan senjata selama 30 hari sebagai langkah awal menuju penghentian perang. Kesepakatan itu menjadi salah satu poin paling penting karena menunjukkan adanya ruang pembicaraan di tengah perang yang sudah berlangsung berkepanjangan.

Selain soal gencatan senjata, Zelenskiy juga menekankan bahwa diskusi mereka mencakup penguatan pertahanan udara Ukraina. Menurutnya, kebutuhan tersebut masih menjadi prioritas utama mengingat serangan Rusia terus menekan infrastruktur dan keamanan di wilayah Ukraina.

Kesepakatan mineral dan peluang baru bagi AS

Zelenskiy turut menyoroti kesepakatan mineral baru antara Ukraina dan Amerika Serikat yang ia sebut saling menguntungkan. Dalam skema itu, investasi AS di Ukraina pada masa depan akan dimungkinkan, sementara Amerika juga mendapat akses terhadap sumber daya mineral Ukraina. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai langkah penting yang bisa membuka babak baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Dalam penjelasannya, Zelenskiy mengatakan AS bahkan dapat menyumbangkan sistem pertahanan udara sebagai bagian dari dana investasi tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa kerja sama yang dibahas tidak hanya menyentuh sektor ekonomi, tetapi juga langsung berkaitan dengan kebutuhan keamanan Ukraina di tengah perang.

Bantuan militer AS dan dampak jangka panjang

Zelenskiy juga mengungkapkan bahwa sebagian bantuan militer Amerika Serikat senilai US$30 miliar yang dialokasikan untuk 2024 akan dicairkan pada 2025 dan 2026. Ukraina, kata dia, akan mengembalikan sebagian bantuan itu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Skema ini menandai pendekatan yang lebih terstruktur dalam hubungan bantuan dan kerja sama antara Kyiv dan Washington.

Ia menambahkan bahwa untuk pertama kalinya Amerika bisa masuk ke pasar Ukraina. Bagi Zelenskiy, hal tersebut merupakan tonggak penting, bukan hanya karena menyangkut investasi, tetapi juga karena menunjukkan perubahan besar dalam cara kedua negara membangun hubungan di tengah situasi perang yang belum mereda.

Source link