Berita  

Perang Tarif AS-China: Dampak Paling Besar?

Kebijakan tarif baru yang kembali didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu perhatian pasar global dan membuka babak baru dalam ketegangan dagang internasional. Di tengah sorotan itu, Staf Ahli Menko Pangan Bara Hasibuan menilai langkah tersebut sebenarnya bukan hal yang benar-benar mengejutkan, karena kebijakan serupa pernah muncul sebelumnya. Yang membuat dunia terhenyak justru bukan soal keberadaan tarifnya, melainkan besaran angka yang dipasang Trump.

Tarif Besar, Dampak Lebih Luas

Pertanyaan utama kini bergeser ke siapa yang paling menanggung beban dari kebijakan tersebut. Dalam konteks perang tarif Amerika Serikat dan China, dampaknya tidak hanya berhenti pada dua negara itu, tetapi juga berpotensi merembet ke rantai pasok global, aktivitas perdagangan, hingga sentimen pelaku usaha di berbagai kawasan.

Dialog Bara Hasibuan di CNBC Indonesia

Untuk mengupas lebih jauh pihak yang paling terdampak, Safrina Nasution akan berdialog dengan Staf Ahli Menko Pangan Bara Hasibuan dalam Program Evening Up CNBC Indonesia pada Rabu, 16 April 2025. Pembahasan itu diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan tarif Trump dan konsekuensinya terhadap hubungan dagang Amerika Serikat dengan mitra-mitranya.

Di tengah situasi yang masih bergerak, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana respons China dan negara-negara lain akan membentuk eskalasi berikutnya. Setiap perkembangan baru diperkirakan akan ikut menentukan seberapa besar tekanan yang akhirnya dirasakan oleh pelaku ekonomi global.

Source link