Elfyn Evans pulang dari Reli Safari dengan modal yang jauh lebih berharga daripada sekadar trofi. Kemenangan di Kenya bukan hanya menjadi sukses keduanya di WRC 2025, tetapi juga memperlebar peluangnya dalam perebutan gelar juara. Pereli Toyota itu menyelesaikan lomba berat tersebut dengan keunggulan 1 menit 09,9 detik atas Ott Tanak dari Hyundai, sementara juara bertahan Thierry Neuville menutup podium di posisi ketiga, tertinggal 3 menit 32,0 detik.
Evans Tahan Derasnya Reli Safari
Reli Safari kembali menunjukkan reputasinya sebagai salah satu ajang paling keras di kalender WRC. Dengan total lintasan sepanjang 384 km, para peserta harus menghadapi jalanan kasar, cuaca yang tidak ramah, dan tekanan mekanis yang nyaris tanpa ampun. Dalam kondisi seperti itu, Evans menjadi satu-satunya pereli Rally1 yang bisa menghindari masalah besar pada mobilnya, meski jalannya menuju kemenangan tetap jauh dari mulus.
Pereli asal Wales itu sempat memimpin setelah etape super spesial di Nairobi, tetapi posisinya sempat merosot ke urutan kelima seusai Special Stage 2. Dari titik itu, balapan berubah menjadi soal bertahan hidup, bukan sekadar mengejar waktu tercepat. Evans perlahan bangkit, naik lagi ke posisi kedua, lalu memanfaatkan momen ketika driveshaft mobil i20 N milik Tanak mengalami kerusakan.
Kerusakan Lawan, Ketelitian Evans Berbuah Hasil
Kesempatan emas datang saat Tanak kehilangan momentum akibat masalah pada driveshaft. Evans tidak menyia-nyiakannya dan mulai menjaga keunggulan sampai garis finis. Ia juga sempat menghadapi tusukan ban dan sejumlah gangguan lain, tetapi tetap mampu menjaga ritme tanpa melakukan kesalahan fatal.
Keputusan Evans untuk tidak memaksakan serangan besar pada Super Sunday dan Power Stage juga ikut membantunya mengamankan hasil akhir. Dengan kemenangan ini, ia kini unggul 36 poin atas Neuville dalam klasemen, sebuah jarak yang memberi napas lebih lega dalam persaingan gelar.
Dominasi Toyota di Kenya Tetap Terjaga
Hasil di Kenya juga memperpanjang catatan sempurna Toyota yang belum terkalahkan sejak kembali ke WRC pada 2021. Bagi Evans, kemenangan ini punya nilai sejarah tersendiri karena menjadi kemenangan pertama pereli Inggris di ajang tersebut sejak Colin McRae pada 2002.
Di belakang Evans, Tanak berhasil menyelesaikan reli di posisi kedua meski sempat diganggu masalah teknis. Neuville sendiri menjalani akhir pekan yang kacau akibat persoalan driveshaft dan berbagai kendala lain, namun tetap mampu bertahan sampai finis. Rekan setimnya, Adrien Fourmaux, mengumpulkan 10 poin pada Super Sunday setelah sebelumnya mengalami insiden. Sementara itu, Katsuta, Rovanpera, Pajari, dan beberapa nama lain juga harus bergulat dengan berbagai rintangan sepanjang reli yang menuntut ketahanan fisik, ketepatan, dan ketenangan dalam situasi paling sulit.
Di luar drama di lintasan, para peserta WRC juga memilih bungkam dalam wawancara pasca lomba hingga Power Stage sebagai bentuk respons terhadap kebijakan tegas FIA soal penggunaan bahasa yang tidak pantas. Namun di tengah suasana yang serba ketat itu, Evans justru tampil paling tenang saat semua yang lain berguguran oleh kerusakan, kesalahan, dan cuaca Kenya yang tak memberi ampun.
Source link












