Berita  

Munculnya Kiamat akibat Demam Emas: Ancaman Tenggelam

Sebuah desa di wilayah barat Bolivia kini berada di ambang krisis yang makin sulit diabaikan. Tipuani, yang selama ini bergantung pada emas, justru menghadapi ancaman dari aktivitas yang menjadi sumber penghidupan warganya sendiri. Penambangan emas yang berlangsung masif dilaporkan telah menggerus tepian sungai di kotamadya tersebut, hingga memicu banjir berulang dan membuat sejumlah area desa terus terendam.

Tipuani Tenggelam di Tengah Demam Emas

Para ahli menyebut, persoalan di Tipuani tidak muncul dalam semalam. Aktivitas tambang yang membuang limbah ke sungai diduga mengubah aliran air dan melemahkan struktur bantaran. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi itu diperburuk oleh hujan yang tidak biasa. Desa tersebut disebut kerap dilanda banjir selama tiga tahun terakhir, terutama pada musim hujan antara November hingga April.

Situasi ini menjadi ironis karena sekitar 92% penduduk desa menggantungkan hidup pada pertambangan. Namun, peningkatan ekstraksi emas di Bolivia justru ikut memperbesar risiko yang harus mereka hadapi sehari-hari. Dari sumber penghidupan, emas berubah menjadi sumber ancaman yang perlahan menenggelamkan permukiman.

Perubahan Iklim Memperparah Kerusakan

Peneliti Alfredo Zaconeta dari Pusat Studi Tenaga Kerja dan Pengembangan Pertanian (Cedla) mengatakan bahwa limbah tambang yang masuk ke sungai menjadi salah satu pemicu utama perubahan aliran air dan banjir di desa tersebut. Meski praktik itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun, upaya untuk menghentikannya sempat dilakukan, tetapi belum cukup mengubah keadaan di lapangan.

Di saat yang sama, perubahan iklim memperburuk situasi. Frekuensi dan tingkat keparahan banjir meningkat, sementara kondisi cuaca anomali di wilayah itu juga dikaitkan dengan kebakaran hutan yang melanda Bolivia. Kebakaran tersebut disebut ikut memengaruhi pola curah hujan dan membuat cuaca semakin sulit diprediksi.

Bolivia Masuk Daftar Negara Paling Rentan

Melalui Indeks Risiko Iklim Global 2021, Bolivia tercatat sebagai salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim di dunia. Sejumlah lembaga, termasuk LSM Aliansi untuk Adaptasi Air Global, bahkan menilai bahwa perubahan iklim telah memperburuk kerentanan air di negara tersebut.

Kombinasi antara ekspansi tambang emas dan krisis iklim kini menempatkan Tipuani dalam posisi yang rapuh. Tanpa langkah yang lebih tegas, desa ini berisiko terus kehilangan daratan, rumah, dan ruang hidup yang selama ini menopang warganya.

Source link