Berita  

Cara Meningkatkan Daya Beli di Tengah Anggaran Terbatas

Di tengah dorongan efisiensi belanja daerah, pertanyaan yang paling mendesak bukan hanya soal bagaimana anggaran dipangkas, tetapi juga bagaimana roda ekonomi di daerah tetap bergerak. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian telah menerbitkan surat edaran mengenai penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Salah satu poin yang disorot adalah pembatasan belanja kegiatan serta pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen.

Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Menekan Warga

Langkah penghematan ini pada dasarnya ditujukan agar belanja pemerintah daerah lebih tepat sasaran. Namun, di lapangan, efisiensi juga menyisakan tantangan lain: menjaga daya beli masyarakat agar tidak ikut melemah. Jika belanja daerah terlalu ketat tanpa strategi yang jelas, dampaknya bisa merembet ke aktivitas ekonomi lokal yang bergantung pada perputaran anggaran pemerintah.

Bupati Musi Rawas, Devi Suhartoni, menekankan bahwa penyusunan anggaran daerah harus tetap menempatkan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas. Menurutnya, sektor ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, dan keamanan daerah tidak boleh tersisih hanya karena adanya pengetatan belanja. Justru, kata dia, sektor-sektor itulah yang menjadi penopang utama agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk bertahan dan berdaya di tengah keterbatasan fiskal.

Prioritas Belanja Jadi Kunci

Devi menilai, efisiensi bukan berarti memangkas semua pos secara seragam. Daerah perlu cermat membedakan mana belanja yang bisa ditunda dan mana yang wajib dijaga karena langsung berdampak pada warga. Dengan pola seperti itu, anggaran tidak hanya terlihat hemat di atas kertas, tetapi juga tetap memberi efek nyata bagi perekonomian masyarakat.

Dalam konteks ini, kebijakan daerah dituntut lebih selektif dan terukur. Fokus pada kebutuhan yang paling mendasar diharapkan dapat membantu menjaga konsumsi masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan publik tidak terganggu meski ruang fiskal semakin terbatas.

Dialog di Nation Hub CNBC Indonesia

Pembahasan mengenai cara menjaga daya beli di tengah efisiensi anggaran ini juga menjadi sorotan dalam dialog antara Shania Alatas dan Bupati Musi Rawas Devi Suhartoni di Program Nation Hub CNBC Indonesia, yang tayang pada Kamis, 20 Maret 2025. Dialog tersebut mengulas lebih jauh bagaimana daerah dapat menyesuaikan belanja tanpa mengorbankan kebutuhan warga dan stabilitas ekonomi lokal.

Di tengah tekanan untuk berhemat, arah kebijakan daerah kini ditentukan oleh satu hal penting: apakah efisiensi mampu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Source link