Koja, Jakarta Utara — Kasus pembacokan di Koja ternyata berawal dari upaya pengambilan motor yang diduga dilakukan secara paksa. Kepala Unit Reserse Polsek Koja Polres Metro Jakarta Utara, AKP Alex Chandra, pada Senin menjelaskan bahwa korban berinisial MS (25) diduga lebih dulu mencoba membawa kabur motor milik pelaku berinisial EF (20) yang terparkir di depan rumahnya.
Motor dipatahkan stangnya sebelum dibawa lari
Menurut keterangan polisi, rangkaian peristiwa itu bermula dari aksi pencurian sepeda motor. Korban disebut berhasil mematahkan stang motor milik EF, lalu membawa kendaraan tersebut pergi. Setelah menyadari motornya hilang, pelaku kemudian bercerita kepada tetangga bahwa MS adalah orang yang mengambil kendaraan itu.
Situasi berkembang cepat hingga berujung pada pembacokan. Hingga kini, MS belum bisa dimintai keterangan karena luka yang dialaminya cukup serius. Saat tim medis membersihkan luka korban, polisi menemukan anak kunci berlabel T di saku celana MS, yang kini ikut menjadi bagian dari bahan penyelidikan.
Pelaku ditangkap beberapa jam setelah kejadian
Unit Reserse Kriminal Polsek Koja bergerak cepat setelah menerima informasi adanya korban luka bacok di RS Koja pada dini hari. Petugas kemudian menangkap EF beberapa jam setelah kejadian, tepatnya di Jalan Mandiri, Rawa Badak Selatan, sekitar pukul 04.00 WIB.
Polisi menyebut keduanya saling mengenal dan tinggal di RW yang sama. Fakta ini membuat penyelidikan tidak hanya berfokus pada aksi pembacokan, tetapi juga pada duduk perkara sebelum bentrokan terjadi. Hingga saat ini, penyidikan masih berjalan untuk memastikan urutan kejadian dan peran masing-masing pihak.
Penyelidikan masih berlanjut
Meski terduga pelaku sudah diamankan, polisi belum menutup kasus ini begitu saja. Pemeriksaan saksi, kondisi korban, dan barang bukti terus ditelusuri untuk menguatkan konstruksi peristiwa. Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana konflik di lingkungan tempat tinggal bisa berubah menjadi tindak kekerasan dalam hitungan menit, terutama saat persoalan kendaraan bermotor ikut memicu emosi di lapangan.
Source link












