Kasus pencabulan di Tebet, Jakarta Selatan, kembali menyisakan tanda tanya besar setelah ayah korban, Abdurrahman, membeberkan kedekatan pelaku berinisial S dengan anaknya, SK yang baru berusia 8 tahun. Kedekatan itu, menurutnya, justru menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk mendekati korban tanpa menimbulkan kecurigaan sejak awal.
Pelaku Sering Memberi Uang dan Menggendong Korban
Abdurrahman mengatakan, pelaku kerap memberikan uang kepada anaknya, termasuk menjelang puasa, tanpa alasan yang jelas. Sikap itu sempat dianggap biasa karena pelaku dan korban memang saling mengenal. Namun belakangan, kebiasaan tersebut justru membuat keluarga merasa ada yang janggal.
Tak hanya itu, pelaku juga disebut sering menggendong korban yang tinggal di belakang rumahnya. Interaksi yang terlihat akrab itu kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan, karena diduga menjadi pintu masuk pelaku untuk membangun kedekatan dengan anak kecil tersebut.
Peristiwa Terjadi Usai Subuh di Lokasi Sepi
Dalam salah satu kejadian, korban disebut bertemu dengan pelaku setelah Salat Subuh di area yang minim penerangan, tepatnya di antara dua mobil. Lokasi yang sepi dan gelap itu kini ikut menjadi sorotan karena diduga memudahkan aksi pelaku.
Kasus ini sudah masuk ke tahap laporan polisi dengan nomor LP/B/778/III/2025/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian masih menelusuri rangkaian peristiwa dan memeriksa keterangan yang ada untuk menguatkan dugaan terhadap S.
Polisi Ingatkan Orang Tua Lebih Waspada
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Nurma Dewi menyampaikan bahwa perkara ini masih dalam proses penyelidikan. Di sisi lain, kepolisian juga mengimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap siapa pun yang berinteraksi dekat dengan anak-anak mereka, terutama di lingkungan tempat tinggal yang terlihat aman namun belum tentu benar-benar aman.
Pelaku dijerat dengan Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang tindak pidana membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, pengakuan ayah korban memperlihatkan bahwa ancaman terhadap anak kerap datang dari orang yang tampak paling dekat.
Source link












