Polisi Koordinasi dengan Kedubes Singapura terkait Penemuan Mayat

Jakarta Barat — Penemuan mayat seorang pria di halte Tanjung Duren, Grogol Petamburan, membuat polisi bergerak cepat. Selain memeriksa saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas, kepolisian juga menjalin koordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura karena korban diketahui merupakan warga negara Singapura dan hingga kini belum ada pihak keluarga yang datang ke Polsek.

Polisi Telusuri Kronologi Jatuh Tiba-Tiba

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Muhammad Aprino Tamara, mengatakan dua saksi sudah dimintai keterangan untuk mengurai detik-detik sebelum korban meninggal. Dari hasil pemeriksaan awal, pria tersebut disebut jatuh secara tiba-tiba di halte dan tidak lama kemudian meninggal dunia.

“Kami koordinasi dengan Kedubes Singapura karena belum ada keluarga korban yang datang ke Polsek,” ujar Aprino.

CCTV dan Visum Jadi Kunci Penyidikan

Untuk memastikan penyebab kejadian, polisi kini memeriksa CCTV di area halte. Rekaman itu diharapkan bisa memperjelas apakah ada peristiwa lain sebelum korban terjatuh. Di sisi lain, tim Inafis yang sudah melakukan pengecekan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski begitu, penyidik belum mengambil kesimpulan akhir. Jenazah saat ini masih menjalani visum di RSCM, Jakarta, guna melengkapi proses penyelidikan.

Kasus Terjadi 26 Februari

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Rabu (26/2). Hingga laporan terakhir, keluarga korban belum memberikan respons terkait penemuan tersebut. Polisi menyebut langkah-langkah penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di halte Tanjung Duren.

Di tengah belum hadirnya pihak keluarga, koordinasi dengan otoritas Singapura menjadi jalur penting agar identitas dan penanganan jenazah korban dapat dipastikan dengan tepat.

Source link