Pelaku Cor Mayat Kabur ke Jateng dengan Puluhan Juta – Berita Terbaru

JAKARTA — Pelarian ZA (35) berakhir setelah polisi memburunya dari Jakarta hingga Jawa Tengah, usai diduga membunuh JS (69), pemilik rumah toko atau ruko di Pulogadung, Jakarta Timur. Tak hanya meninggalkan jasad korban, pelaku juga membawa lari uang milik JS dan sempat memanfaatkan akses rekening yang sudah ia ketahui sebelumnya.

Pelaku Kabur Setelah Ambil Uang Korban

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (16/2) di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Setelah melakukan aksi keji tersebut, ZA meninggalkan Jakarta dan pulang ke rumah orang tuanya di Jawa Tengah pada 19 Februari. Sebelum kabur, ia lebih dulu mentransfer sejumlah uang dari rekening korban ke rekening pribadinya.

Polisi menyebut, ZA juga melakukan penarikan tunai sebesar Rp64 juta dan Rp2,5 juta dari rekening korban. Tidak berhenti di situ, pada pukul 19.00 WIB, pelaku kembali menarik Rp10 juta dari rekening pribadinya. Rangkaian transaksi ini memperlihatkan bahwa pelaku memanfaatkan kedekatannya dengan korban untuk menguasai akses keuangan JS.

Orang Kepercayaan Korban, Tahu PIN ATM

Menurut Kapolres Metro Jakarta Timur, ZA bukan orang asing bagi korban. Ia adalah sosok yang dipercaya JS dan telah bekerja bersama sejak 2023. Kedekatan itu membuat pelaku mengetahui nomor PIN ATM korban, sehingga transaksi keuangan dapat dilakukan dengan mudah setelah korban tewas.

Hubungan kerja yang semula tampak biasa justru berubah menjadi titik awal tragedi. Polisi menduga rasa percaya korban dimanfaatkan ZA untuk mengambil uang sekaligus menutupi jejak setelah peristiwa pembunuhan terjadi.

Motif Dipicu Sakit Hati

Kapolres menyebut motif pembunuhan ini berawal dari sakit hati. ZA tersinggung setelah ditegur keras oleh JS. Perselisihan di antara keduanya disebut juga dipicu masalah kehilangan bahan bangunan serta pembayaran gaji yang belum dilakukan oleh korban kepada pelaku.

ZA diketahui sudah menikah, sementara keluarganya tinggal di Papua. Di Jakarta, ia menjalani hari-harinya seorang diri sembari mencari pekerjaan. Namun, bukannya menyelesaikan persoalan secara baik, konflik itu berujung pada pembunuhan dan pelarian singkat yang akhirnya terhenti di Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/2) sore.

Source link