Berita  

Kemunculan Logistik 2025: Peluang Terbesar

Memasuki 2025, sektor logistik diperkirakan tetap berada di bawah tekanan besar, baik dari dinamika global maupun persoalan di dalam negeri. Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia, Nofrisel, menilai tahun ini bukan sekadar soal peluang bisnis, tetapi juga ujian bagi ketahanan rantai pasok dan kesiapan sistem logistik nasional menghadapi situasi yang makin kompleks.

Tantangan Global Masih Membayangi

Menurut Nofrisel, kondisi logistik dunia belum sepenuhnya stabil. Sejumlah faktor seperti perang dan kerentanan dalam sistem perdagangan internasional diperkirakan masih memberi dampak besar terhadap arus barang, biaya distribusi, dan kelancaran pasokan. Situasi ini membuat pelaku logistik harus lebih sigap membaca perubahan dan menyesuaikan strategi operasional dari waktu ke waktu.

Pekerjaan Rumah di Dalam Negeri

Di sisi lain, Indonesia juga masih menghadapi pekerjaan rumah yang belum tuntas dalam penataan sistem logistik nasional. Nofrisel menilai upaya pembenahan perlu berjalan lebih serius agar efisiensi distribusi bisa meningkat. Tanpa perbaikan yang konsisten, biaya logistik berisiko tetap tinggi dan daya saing nasional sulit terdorong lebih jauh.

Harapan pada Peran Pemerintah

Nofrisel berharap pemerintah dapat lebih aktif mengembangkan sekaligus menata sistem logistik nasional agar arah pembenahan tidak berjalan setengah hati. Bagi dirinya, 2025 seharusnya menjadi momentum untuk mendorong logistik Indonesia menuju sistem yang lebih efisien, terintegrasi, dan siap menghadapi tekanan eksternal yang belum mereda.

Untuk pembahasan lebih lengkap, dialog antara Dina Gurning dan Nofrisel dalam segmen Focus on Infra di Program Evening Up CNBC Indonesia tayang pada Kamis, 6 Februari 2025.