Berita  

Menjajal KRL Baru Produksi China: Penemuan Menarik!

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai memasuki tahap baru dalam pengadaan armada KRL setelah satu rangkaian Commuter Line buatan CCRC Qingdao Sifang, China, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Kedatangan ini menjadi bagian dari pesanan tiga rangkaian KRL dengan nilai kontrak Rp 783 miliar, yang disiapkan untuk memperkuat layanan di lintas padat seperti Line Bogor dan Line Cikarang.

Rangkaian pertama sudah tiba, tinggal menunggu pengujian

Kereta yang datang lebih dulu itu tidak langsung dioperasikan. PT KAI Commuter masih harus menjalankan serangkaian pemeriksaan, termasuk uji dinamis, sebelum rangkaian tersebut bisa membawa penumpang. Bagi perusahaan, tahap ini menjadi penentu karena menyangkut kesiapan operasional sekaligus keamanan layanan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, mengatakan rangkaian pertama tersebut sebelumnya sudah melalui pengujian di pabrik pembuatannya sebelum dikirim ke Indonesia. Setelah tiba di Tanah Air, perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

Uji dinamis jadi syarat penting sebelum melayani penumpang

Menurut Joni, uji dinamis bukan sekadar formalitas. Tahap ini diperlukan untuk memastikan seluruh sistem pada kereta berfungsi dengan baik saat bergerak dan siap dipakai dalam pelayanan harian. Selain itu, setiap sarana KRL juga wajib menjalani uji sertifikasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan agar memenuhi standar operasi yang ditetapkan.

Dengan kata lain, kedatangan fisik kereta baru baru menjadi awal. Masih ada proses teknis yang harus dilewati sebelum rangkaian tersebut benar-benar bisa masuk ke lintasan dan dioperasikan untuk publik.

Tambahan armada untuk mengejar lonjakan penumpang

KAI Commuter menilai kehadiran kereta baru sangat penting di tengah terus meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line dari tahun ke tahun. Penambahan armada diharapkan bisa membantu memperbesar kapasitas angkutan, sekaligus menjaga layanan tetap nyaman di jalur-jalur yang selama ini padat.

Perusahaan menegaskan bahwa memastikan penumpang terlayani dengan baik tetap menjadi prioritas utama. Di tengah tingginya kebutuhan mobilitas warga, armada tambahan ini diharapkan bisa memperkuat peran Commuter Line sebagai tulang punggung transportasi harian dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat secara lebih efektif.