Berita  

Israel Menawarkan Kesempatan untuk Jeda Pertempuran Namun Tetap Menolak Gencatan Senjata

Israel Buka Opsi Jeda Singkat di Gaza, tetapi Tetap Menolak Gencatan Senjata

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pemerintahnya tengah mempertimbangkan kemungkinan jeda sementara dalam pertempuran di Gaza. Namun, langkah ini tidak berarti Israel bersedia menyetujui gencatan senjata penuh. Pernyataan itu menegaskan bahwa ruang kompromi yang dibuka masih sangat terbatas dan hanya mengarah pada penghentian singkat pertempuran, bukan penghentian konflik secara menyeluruh.

Jeda kecil, bukan gencatan senjata

Netanyahu menyebut opsi yang sedang dibahas sebagai “jeda kecil pertempuran” untuk menghentikan aksi militer dalam waktu sementara di wilayah tersebut. Istilah ini menjadi sorotan karena menunjukkan perbedaan yang jelas antara jeda operasional dan gencatan senjata permanen. Dengan kata lain, Israel memberi sinyal adanya kelonggaran terbatas, tetapi belum mengubah sikap dasarnya terhadap perang yang masih berlangsung.

Pernyataan disampaikan di tengah tekanan perang

Isu jeda pertempuran itu muncul di saat konflik di Gaza terus menjadi perhatian internasional. Di satu sisi, ada dorongan agar kekerasan dihentikan untuk memberi ruang bagi situasi kemanusiaan. Di sisi lain, Israel masih mempertahankan posisi bahwa operasi militernya belum selesai. Pernyataan Netanyahu memperlihatkan bagaimana pemerintah Israel mencoba menjaga keseimbangan antara tekanan untuk meredakan pertempuran dan keinginannya melanjutkan target militer.

Disorot dalam CNBC Indonesia

Informasi mengenai pernyataan Netanyahu tersebut dibahas lebih lanjut dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu, 08/11/2023. Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini.