Berita  

Warga Sipil & Tim Medis Tewas dalam Serangan Bom di RS & Gereja

Serangan udara Israel di Jalur Gaza terus meluas dan makin menekan warga sipil, relawan medis, hingga fasilitas publik yang selama ini menjadi tempat berlindung. Warga Negara Indonesia sekaligus relawan MER-C di Palestina, Fikri Rofiul Haq, menggambarkan kondisi di lapangan sebagai situasi yang kian memburuk dari waktu ke waktu. Menurut dia, bom tidak hanya menghantam satu titik, tetapi terus menyebar ke berbagai wilayah Gaza, termasuk pasar dan lokasi pengungsian.

Fasilitas Sipil Ikut Jadi Sasaran

Fikri menyebut serangan yang terjadi telah menimbulkan banyak korban dari kalangan warga sipil. Rumah sakit, masjid, dan gereja dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara warga Gaza, wartawan, dan petugas medis ikut menjadi korban dalam rentetan serangan tersebut. Ia menegaskan, meski militer Israel menyatakan target mereka adalah pejuang Hamas, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: fasilitas umum yang seharusnya aman malah ikut hancur.

RS Indonesia Kewalahan Menampung Korban

Di tengah gelombang serangan yang terus berlangsung, RS Indonesia disebut tidak lagi mampu menampung jumlah korban yang datang silih berganti. Kondisi itu diperparah dengan krisis obat-obatan yang membuat pelayanan medis semakin tertekan. Situasi ini menambah berat kerja tim kesehatan yang harus menangani korban luka dalam jumlah besar dengan sumber daya yang sangat terbatas.

Kesaksian Relawan dari Gaza

Untuk mengetahui perkembangan situasi di Gaza secara lebih lengkap, publik dapat menyimak dialog Andi Shalini dengan Fikri Rofiul Haq dalam acara Profit, CNBC Indonesia, Jumat (03/11/2023). Dalam kesaksiannya, Fikri menyoroti bahwa serangan yang terus terjadi bukan hanya soal pertempuran, tetapi juga krisis kemanusiaan yang langsung menimpa warga yang tidak terlibat dalam konflik.