Berita  

Makan Siang Gratis: Strategi Prabowo-Gibran untuk Mewujudkan SDM Unggul 2045

Makan Siang Gratis Jadi Andalan Prabowo-Gibran untuk Dorong SDM Unggul 2045

Di tengah perdebatan soal cara paling efektif membangun sumber daya manusia Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian besar pada satu hal yang tampak sederhana: makanan bergizi. Melalui program makan siang dan susu gratis, pasangan capres-cawapres ini ingin menjadikan sekolah dan pesantren sebagai titik awal lahirnya generasi yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap bersaing menuju 2045.

Gizi sebagai fondasi generasi masa depan

Dalam dokumen visi-misi yang tertulis pada Jumat, 27/10/2023, Prabowo-Gibran menegaskan bahwa penyediaan makan siang dan susu gratis ditujukan untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang optimal. Bagi mereka, kualitas SDM tidak bisa dibangun hanya lewat pendidikan formal, tetapi juga lewat pemenuhan kebutuhan dasar yang sering kali luput dari perhatian.

Gagasan ini menempatkan nutrisi sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap. Dengan asupan yang cukup, anak-anak diharapkan dapat tumbuh lebih baik, lebih fokus belajar, dan tidak kehilangan kesempatan berkembang akibat persoalan gizi sejak dini.

Tak hanya untuk siswa, tapi juga balita dan ibu hamil

Prabowo sebelumnya juga pernah menyuarakan ide serupa dalam Konsolidasi Pemenangan Partai Bulan Bintang di Padang pada 10 September. Saat itu, ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa di sekolah negeri dan swasta, tetapi juga santri di pesantren, balita, serta ibu hamil.

Ruang lingkup yang lebih luas itu menunjukkan bahwa program ini diposisikan sebagai intervensi gizi yang menyentuh tahap-tahap penting dalam kehidupan anak. Dengan begitu, manfaatnya tidak berhenti di ruang kelas, melainkan ikut menjangkau keluarga dan masa tumbuh kembang sejak awal.

Stunting jadi sasaran utama

Salah satu alasan utama program ini didorong adalah untuk menekan angka stunting. Prabowo-Gibran menilai persoalan tersebut harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan masa depan anak Indonesia. Mereka menyebut, cara paling efektif untuk mengatasinya adalah memastikan anak mendapatkan nutrisi yang memadai saat berada di sekolah.

Stunting sendiri merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Dampaknya bukan hanya pada tinggi badan, tetapi juga pada perkembangan otak dan kemampuan anak untuk menyerap pembelajaran. Karena itu, program makan siang gratis dipandang sebagai langkah pencegahan sejak dini, bukan sekadar bantuan konsumsi harian.

Investasi yang diarahkan ke masa depan

Prabowo menegaskan, nutrisi yang baik bukan hanya penting untuk pertumbuhan fisik, tetapi juga untuk perkembangan otak. Lewat makan siang dan susu gratis, ia menyebut pihaknya ingin menyiapkan generasi Indonesia yang sanggup bersaing di level global.

Meski program ini diperkirakan membutuhkan anggaran besar, Prabowo-Gibran menilai biaya tersebut sepadan dengan hasil jangka panjang yang ingin dicapai. Dalam pandangan mereka, pengeluaran untuk gizi anak hari ini adalah investasi untuk kualitas bangsa di masa mendatang. (SENOPATI)