Berita  

Pengguna Dompet Digital Memperoleh Keuntungan dari Beroperasinya LRT Jabodebek

Pengguna Dompet Digital Ikut Diuntungkan dari Beroperasinya LRT Jabodebek

Beroperasinya LRT Jabodebek bukan hanya membuka opsi transportasi baru bagi masyarakat, tetapi juga memperluas kebiasaan transaksi digital di kalangan pengguna. Di tengah dorongan menuju pembayaran nontunai, PT Solusi Pasti Indonesia atau KasPro mengambil posisi penting lewat kerja samanya dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mendukung pembayaran tiket melalui aplikasi Access by KAI.

KasPro Dorong Ekosistem Tanpa Uang Tunai

Sebagai penyedia layanan uang elektronik berlisensi Bank Indonesia, KasPro menempatkan kolaborasi dengan KAI sebagai bagian dari upaya mempercepat masyarakat tanpa uang tunai di Indonesia. Dukungan tersebut hadir melalui integrasi dompet digital KAIPay di dalam aplikasi Access by KAI, sehingga pengguna dapat membeli tiket dengan proses yang lebih praktis.

Delly Nugraha, Chief of Ecosystem Integration & Business Solution KasPro, mengatakan perusahaan terus berupaya membangun ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. Menurut dia, kerja sama dengan KAI menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan layanan pembayaran yang mudah dijangkau masyarakat.

Tarif Maksimal Rp 20 Ribu Buka Ruang Pembayaran Digital

Delly juga menyoroti kebijakan tarif perjalanan LRT Jabodebek yang maksimal Rp 20 ribu. Dengan skema tersebut, pengguna memiliki lebih banyak pilihan pembayaran, termasuk lewat Access by KAI yang terhubung dengan akun KasPro.

Melalui sistem ini, calon penumpang bisa langsung membeli tiket perjalanan sekaligus menyelesaikan pembayaran dalam satu aplikasi. Bagi pengguna yang terbiasa memakai dompet digital, alur tersebut membuat pengalaman naik LRT menjadi lebih ringkas dan tidak bergantung pada transaksi tunai.

Kerja Sama Sejak 2021 dan Layanan yang Lebih Luas

Kolaborasi KasPro dan PT KAI dalam menghadirkan KAIPay disebut sudah berjalan sejak 2021. Kehadiran layanan ini tidak hanya diarahkan untuk transaksi tiket perjalanan, tetapi juga membuka akses bagi berbagai kebutuhan digital lain di dalam aplikasi Access by KAI.

Pengguna, misalnya, dapat memanfaatkannya untuk pembelian tiket hotel, pengisian pulsa dan paket data, hingga pembayaran tagihan listrik. Dengan demikian, fungsi dompet digital di dalam aplikasi tidak berhenti pada urusan transportasi semata, melainkan ikut memperluas kebiasaan transaksi harian masyarakat.

Peningkatan pengguna Access by KAI, terutama di wilayah Jabodebek, juga sejalan dengan tren penggunaan dompet digital di Indonesia yang terus tumbuh. Mengacu pada riset Lembaga Konsultan Pemasaran RedSeer pada awal Maret 2022, nilai transaksi e-wallet di Indonesia diproyeksikan mencapai US$70,1 miliar pada 2025.

Ke depan, KasPro berharap inovasi pada KAIPay dapat terus ditingkatkan, sekaligus membuka jalan bagi layanan digital perbankan lain yang lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Di tengah mobilitas urban yang semakin cepat, integrasi transportasi dan pembayaran digital tampaknya akan menjadi kebutuhan yang kian sulit dipisahkan.