Berita  

Ini ialah Penjelasan Suharso Monoarfa mengenai Tugas Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam 5 Tahun Kerohanian Mendatang

Suharso Monoarfa: Capres-Cawapres Punya PR Besar Menentukan Arah Indonesia 2025-2029

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menegaskan bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan memimpin Indonesia ke depan memikul tugas besar dalam lima tahun mendatang. Menurut dia, periode 2025-2029 akan menjadi fase penentu bagi jalan menuju Indonesia Emas 2045, yakni cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Periode Lima Tahun yang Menjadi Penentu

Suharso menilai tahun 2025-2029 bukan sekadar masa pemerintahan biasa, melainkan gerbang penting yang akan menentukan apakah Indonesia mampu melaju sesuai target jangka panjang. Ia menyebut, bila sasaran pada periode tersebut tidak tercapai, maka Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) berpotensi harus dievaluasi ulang.

Karena itu, menurut Suharso, pembahasan soal capres dan cawapres tidak bisa dilepaskan dari kemampuan mereka menjaga arah pembangunan nasional. Bagi dia, pemimpin berikutnya harus memahami bahwa keputusan yang diambil dalam lima tahun itu akan berdampak jauh ke depan, bukan hanya pada masa jabatan mereka sendiri.

Dua Fokus Utama: Pendidikan dan Kesehatan

Dalam pandangannya, ada dua hal utama yang wajib menjadi perhatian serius pasangan pemimpin berikutnya, yakni pendidikan dan kesehatan masyarakat. Kedua sektor ini disebut Suharso sebagai fondasi penting yang akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia sekaligus laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur atau pertumbuhan angka ekonomi semata. Tanpa perbaikan pendidikan dan kesehatan, modal sosial atau social capital Indonesia sulit menguat. Karena itu, ia memandang keberlanjutan program yang sudah berjalan perlu dijaga agar hasilnya benar-benar terasa dalam jangka panjang.

Melanjutkan Fondasi yang Sudah Dibangun

Suharso juga menyebut, pemimpin selanjutnya pada dasarnya perlu meneruskan gagasan yang telah diletakkan Presiden Jokowi saat ini. Jika pendidikan dan kesehatan dikelola dengan baik, ia meyakini target Indonesia Emas 2045 bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah menyampaikan kriteria pemimpin Indonesia di masa depan. Sosok yang dibutuhkan, menurut Jokowi, adalah pemimpin yang berani menjaga kebijakan yang sudah dibuat untuk memajukan bangsa, terutama dalam agenda hilirisasi industri. Kebijakan semacam itu dinilai membutuhkan keberanian, konsistensi, dan kesanggupan menghadapi tantangan ekonomi yang menyertainya.

Source: Viva.co.id