Berita  

Puan Berharap Idul Adha 2024 Menjadi Panggung untuk Meningkatkan Kepedulian dan Semangat Gotong Royong

KABARDPR.COM, JAKARTA – Idul Adha tahun ini tak sekadar dipandang sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kepedulian sosial masih menjadi kebutuhan mendesak. Ketua DPR RI Puan Maharani menilai, momen Idul Adha 1445 Hijriah harus dimaknai lebih luas: memperkuat gotong royong, menumbuhkan solidaritas, dan mendorong masyarakat saling membantu, terutama bagi mereka yang sedang kesulitan.

Ajakan Memaknai Idul Adha dengan Kepedulian

Puan menyampaikan ucapan selamat Idul Adha 1445 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Ia menekankan bahwa semangat kurban seharusnya tidak berhenti pada ritual ibadah semata, melainkan juga menjadi ruang untuk memperdalam rasa kemanusiaan.

“Selamat Idul Adha 1445 Hijriah kepada seluruh umat Islam. Lewat semangat Idul Adha, mari kita tingkatkan gotong royong, dan kepedulian untuk membantu sesama, terlebih bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Puan, Senin (17/6/2025).

Menurut cucu Bung Karno itu, ibadah kurban mengandung pesan keikhlasan dalam berbagi. Hewan kurban yang disalurkan kepada masyarakat, kata dia, menjadi simbol bahwa kebahagiaan seharusnya tidak dinikmati sendiri, melainkan dibagikan kepada lingkungan sekitar.

Kurban sebagai Simbol Solidaritas

Puan juga menilai Idul Adha dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan lintas umat beragama. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, solidaritas disebutnya sebagai nilai yang harus terus dirawat agar kehidupan sosial tetap kokoh.

“Selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT atas rasa syukur dan untuk meningkatkan iman dan takwa, memberi kurban di hari raya Idul Adha dapat menjadi simbol keikhlasan dalam berbagi untuk sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, ibadah kurban oleh umat Muslim yang mampu juga mencerminkan toleransi, karena daging kurban pada umumnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dari sisi ekonomi. Dari situ, Idul Adha menjadi momentum untuk menghadirkan kebaikan yang nyata di tengah keluarga, tetangga, dan lingkungan terdekat.

“Ibadah kurban oleh umat muslim yang mampu juga sebagai bagian dari toleransi karena hewan kurban disumbangkan mayoritas ditujukan untuk saudara-saudara kita yang kekurangan dari sisi ekonomi, sekaligus sebagai bentuk kebaikan dengan berbagi nikmat dan kebahagiaan untuk saudara, tetangga, dan lingkungan terdekat,” lanjut Puan.

Harapan untuk Haji dan Evaluasi Pelayanan

Selain menyoroti makna Idul Adha, Puan juga mengaitkannya dengan berakhirnya rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Ia berharap para jamaah Indonesia dapat menyelesaikan seluruh prosesi dengan lancar, kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat, dan meraih predikat haji mabrur.

“Semoga seluruh rangkaian Ibadah Haji para jamaah Indonesia berjalan lancar dan jamaah dapat kembali pulang ke Tanah Air dengan selamat, serta menjadi Haji Mabrur,” ucap Puan.

Di sisi lain, Puan menyoroti pelaksanaan Ibadah Haji 2024 yang menurut laporan tim pengawas haji DPR berlangsung relatif lebih kondusif dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa perbaikan pelayanan tetap harus menjadi prioritas.

“Meskipun pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini lebih kondusif dibanding tahun lalu, tapi kualitas pelayanan bagi jamaah harus terus ditingkatkan,” tegas mantan Menko PMK itu.

Puan menyebut Timwas Haji DPR masih menemukan sejumlah kebijakan yang perlu dibenahi, terutama terkait manajemen kuota haji, petugas haji, dan anggaran haji. Karena itu, Timwas Haji DPR berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengevaluasi penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 secara menyeluruh.

“DPR RI akan mendengar laporan resmi dari Timwas Haji. Dan tentunya kami DPR akan mendukung langkah-langkah yang harus dilakukan sepanjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi pelaksanaan ibadah haji,” tutup Puan.

KABARDPR.COM