Jakarta – Doa dan dukungan dari jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengalir untuk pemerintahan baru yang akan dipimpin Prabowo Subianto. Dalam suasana halal bihalal PBNU di Jakarta, Minggu (29/4), Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar menegaskan harapannya agar presiden terpilih periode 2024-2029 itu mampu memikul mandat besar yang menunggu di depan mata.
Doa untuk pemimpin yang adil
Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, melainkan amanah yang berat dan penuh tantangan. Karena itu, ia mengajak agar Prabowo didoakan supaya mampu menjalankan tugas dengan adil dan membawa manfaat bagi rakyat.
Ia juga mengutip pandangan ulama Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah tentang pentingnya mendoakan para penguasa. Menurutnya, ketika pemimpin diberi doa dan mampu menjalankan tugas dengan baik, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat luas.
“Jika saya memiliki doa yang bisa dikabulkan, saya akan menyematkannya untuk pejabat pemerintahan, untuk para penguasa, karena jika didoakan, dan kemudian mereka menjalankan tugasnya dengan baik, itu adalah rakyat yang diuntungkan,” kata Miftachul Akhyar.
Mengingat hubungan yang sudah terjalin sejak 1996
Dalam kesempatan itu, Miftachul Akhyar juga mengenang kedekatannya dengan Prabowo yang sudah terbangun sejak lama. Ia menyebut pernah mengenal Prabowo sekitar 1996-1997, saat masih bertugas di PBNU Jakarta Timur dan menjabat sebagai Wakil Rais Aam. Saat itu, Prabowo hadir dalam sebuah seminar di PBNU.
Ia menilai sejak awal Prabowo sudah menunjukkan gagasan yang kuat dan pemikiran yang dinilai relevan untuk kebutuhan masa depan. Karena itu, kemenangan Prabowo dalam kontestasi politik kali ini dipandangnya sebagai hal yang patut disyukuri.
Komitmen mencari arahan dari NU
Miftachul Akhyar juga menyinggung momen ketika ia diundang ke Hambalang pada 2013. Saat itu, menurut dia, Prabowo menyampaikan bahwa seluruh anggota dewan dari Fraksi Gerindra diminta datang ke PBNU untuk meminta petunjuk dan arahan. Bagi Miftachul Akhyar, sikap itu menunjukkan adanya hubungan yang dekat antara Gerindra dan NU, meski partai tersebut bukan lahir dari lingkungan PBNU.
“Sungguh luar biasa rasanya berpikir bahwa Gerindra, sebuah partai yang tidak lahir dari PBNU, begitu terhubung dengan NU dan selalu mencari petunjuk dari PBNU, dan insya Allah, komitmen ini terus berlanjut hingga hari ini,” tambahnya.
Doa serupa dari Wakil Rais Aam PBNU
Wakil Rais Aam PBNU K.H. Anwar Iskandar yang turut hadir dalam acara itu juga menyampaikan doa untuk Prabowo-Gibran. Ia berharap pasangan presiden dan wakil presiden terpilih 2024 tersebut diberi kesehatan, perlindungan, dan kemudahan dalam memimpin negara.
“Marilah kita berdoa agar Pak Prabowo dan Pak Gibran selalu diberkati kesehatan oleh Allah, dilindungi oleh Allah, sukses dalam memimpin bangsa ini oleh Allah, serta diberkati perlindungan dan persetujuan dari Allah, amin,” ujarnya.
Dengan doa yang disampaikan para tokoh PBNU itu, pesan yang mengemuka jelas: kepemimpinan baru diharapkan tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga berpijak pada keadilan, keberkahan, dan kedekatan dengan rakyat.
Source link


