Berita  

PM Modi Dituduh Memperlihatkan Sikap Rasis terhadap Warga Muslim, Oposisi India Menyuarakan Kemarahan

Ketegangan politik di India kembali memanas setelah Perdana Menteri Narendra Modi dituduh melontarkan ujaran kebencian terhadap warga Muslim. Tuduhan itu datang dari partai oposisi utama, yang menilai pernyataan Modi bukan sekadar kritik politik, melainkan bentuk retorika yang menyasar kelompok agama minoritas di negara tersebut.

Ucapan Modi Memicu Reaksi Keras

Kontroversi ini mencuat setelah Modi menyebut umat Islam sebagai “penyusup”. Pernyataan tersebut segera memancing kemarahan oposisi, yang menilai bahasa yang digunakan sang perdana menteri berbahaya karena dapat memperkuat sentimen diskriminatif di tengah masyarakat yang majemuk.

Partai oposisi utama India menuduh Modi telah menggunakan isu agama untuk mengobarkan amarah politik. Mereka menilai retorika semacam itu tidak pantas keluar dari seorang kepala pemerintahan, terlebih di tengah situasi yang sensitif bagi komunitas Muslim di India.

Oposisi Soroti Dampak Retorika terhadap Minoritas

Dalam responsnya, oposisi menekankan bahwa pernyataan yang menyerang identitas keagamaan bisa memperlebar jurang sosial. Mereka juga menyoroti bagaimana narasi seperti ini dapat memicu ketakutan dan memperburuk posisi kelompok minoritas yang selama ini sudah rentan terhadap tekanan politik.

Isu ini menjadi sorotan karena Modi dikenal kerap memakai gaya bicara yang tegas dalam kampanye dan pidato politiknya. Namun kali ini, ucapannya dinilai melampaui batas dan memunculkan tudingan bahwa pemerintah tidak cukup menjaga jarak dari sentimen anti-Muslim.

Kontroversi yang Menyita Perhatian Publik

Perdebatan soal ucapan Modi menambah daftar panjang polemik politik di India yang berkaitan dengan identitas agama. Di tengah sorotan tersebut, oposisi terus mendesak agar retorika semacam ini dihentikan sebelum merembet menjadi konflik yang lebih luas.

Selengkapnya dalam program Autobizz CNBC Indonesia, Selasa (23/04/2024).

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini.