Berita  

Hidup di Indonesia Semakin Mudah dengan Layanan Publik yang Terintegrasi dalam Satu Aplikasi

Biaya besar untuk membangun aplikasi pemerintah selama ini akhirnya diarahkan ke satu pintu. Pemerintah menyiapkan INA Digital sebagai penghubung layanan publik agar masyarakat tak lagi berhadapan dengan banyak aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa mengakses layanan melalui satu portal nasional.

Efisiensi Jadi Alasan Utama

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas menegaskan bahwa kehadiran INA Digital membawa manfaat besar, terutama dari sisi efisiensi pengembangan digital dan penghematan sumber daya teknis nasional. Ia menyebut, langkah ini akan membuat pelayanan publik lebih cepat, mudah, murah, dan transparan.

Dalam acara peresmian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 dan Peluncuran GovTech Indonesia di Istana Negara, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa anggaran pembuatan aplikasi di instansi pemerintah telah mencapai Rp 6,2 triliun. Di sisi lain, ada sekitar 27 ribu layanan publik yang selama ini dioperasikan tanpa terintegrasi dan berpotensi dihentikan.

Tak Ada Lagi Aplikasi Baru di Tiap Instansi

Azwar Anas menjelaskan bahwa INA Digital bukan aplikasi baru, bukan pula platform baru. Sistem ini dirancang sebagai portal sekaligus penginteroperabilitas aplikasi, sehingga layanan dari kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dapat tersambung dalam satu ekosistem.

Presiden Joko Widodo juga telah memberi arahan agar tidak ada lagi pembuatan aplikasi baru di kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah. Akses masyarakat, kata dia, tetap bisa berjalan melalui super aplikasi yang berfungsi sebagai gerbang utama menuju seluruh layanan.

Penghematan yang Diharapkan

Menurut Azwar Anas, penghematan yang dihasilkan dari penyederhanaan sistem ini akan sangat besar. Selain menekan pemborosan anggaran, INA Digital juga disebut mampu menghemat hingga 30% sumber daya teknis nasional.

Dengan model seperti ini, pemerintah berharap layanan publik tidak lagi tersebar dalam format yang membingungkan warga. Justru yang diprioritaskan adalah kemudahan akses, kecepatan proses, dan keterhubungan antarlayanan, dengan INA Digital sebagai fondasi awal sebelum portal nasional benar-benar beroperasi penuh.