Suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta, pada Selasa (30/4), menjadi sorotan bukan hanya karena prosesi militer yang berlangsung khidmat, tetapi juga momen penghormatan khusus kepada Panglima Kopassus ke-15, Prabowo Subianto. Dalam upacara puncak di Lapangan Markas Kopassus, 11 prajurit tampil langsung membawakan lagu Ksatria Kusuma Bangsa sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan.
Penampilan Khusus di Tengah Upacara Puncak
Lagu tersebut dibawakan dengan dukungan video tron yang menampilkan perjalanan Prabowo dalam sejumlah fase pengabdian. Visual yang ditayangkan memperlihatkan masa-masa awalnya sebagai prajurit, kiprahnya dalam berbagai operasi saat menjabat Panglima Kopassus, hingga perannya saat ini sebagai Menteri Pertahanan Indonesia. Penyajian itu membuat penampilan terasa lebih personal dan sarat makna, karena menghubungkan perjalanan seorang tokoh dengan sejarah satuan yang pernah dipimpinnya.
Lagu yang Sudah Berulang Kali Mengharumkan Nama Kopassus
Ksatria Kusuma Bangsa bukan lagu baru bagi Kopassus. Karya ini sebelumnya juga kerap dibawakan dalam berbagai ajang lomba dan berhasil meraih prestasi. Di antaranya, lagu tersebut meraih juara pertama dalam kompetisi menyanyi tingkat Persit Pusat tahun 2018 serta juara pertama dalam kompetisi menyanyi Adjutant Jenderal Angkatan Darat (Ajenad). Rekam jejak itu membuat penampilan di HUT ke-72 Kopassus terasa seperti puncak penghormatan atas identitas dan kebanggaan satuan.
Penghormatan untuk Para Veteran
Dalam sambutannya, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan rasa hormatnya kepada para veteran yang telah membentuk kekuatan Kopassus hingga seperti sekarang. “Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya juga menyatakan penghormatan dan kebanggaan saya untuk semua pahlawan veteran yang telah menjadikan Kopassus sekuat apa adanya saat ini,” ujarnya. Seusai penampilan lagu, Prabowo memberikan pin kenangan kepada seluruh 11 prajurit yang tampil sebagai bentuk apresiasi langsung atas persembahan tersebut.
Gestur itu menutup rangkaian penghormatan yang menempatkan momen musik, sejarah satuan, dan penghargaan kepada para prajurit dalam satu panggung yang sama.


